"Dari hasil screening atau rapid test, didapati hasil reaktif, begitu diambil sampel swab dan diuji Tes Cepat Molekuler (TCM) di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, didapati hasil positif virus corona," ungkap Rizal.
"Dengan demikian total pasien positif menjadi 47 orang. Kita juga mendapatkan hasil dari test lab dari TCM RSUD Kanujoso Djatiwibowo, bahwa hari ini terdapat tambahan satu yang hasilnya terkonfirmasi negatif," katanya.
"Hasil negatif tersebut merupakan yang kedua, secara beruntun bagi pasien usia 17 tahun ini. Yakni laki-laki dari klaster Temboro, Kabupaten Magetan (Jawa Timur) atas hasil tersebut, pasien inipun diperkenankan untuk pulang setelah dirawat sejak 5 Mei 2020," urainya.
"Kita masih menunggu spesimen sedang dalam proses pemeriksaan ada 35 spesimen," imbuhnya.
Senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty, kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Balikpapan kembali naik signifikan.
Dan 11 orang, merupakan warga yang semula hendak memenuhi syarat membeli tiket penerbangan.
"Dari 11 PDP tersebut, didapat dari hasil pemeriksaan rapid test mandiri, merupakan warga Balikpapan yang semula berencana berangkat ke luar kota via transportasi udara, Sebagaimana diketahui hasil rapid test adalah salah satu syarat yang dibutuhkan untuk pembelian tiket," urainya.
"Seluruhnya, merupakan hasil memeriksa secara mandiri. Jadi bukan tracking atau dari klaster manapun," Jelasnya.
"Dengan tambahan 11 kasus tersebut, PDP dirawat di Balikpapan kini menjadi 45 orang, Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) juga bertambah 55 menjadi 327," urai Andi Sri Juliarty.
Demikian disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Balikpapan sekaligus Walikota Balikpapan Rizal Effendi, didampingi Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Putu Agung Sujarnawa, Kepala Perencanaan Kapolresta Balikpapan Kompol Kifli S. Supu di Media Center COVID-19, Pemkot Balikpapan.
Liputan: Yudi
Editor: Ahmad Yani
