Senin 27 Oktober 2025
BALIKPAPAN— Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Wahyullah Bandung, menggelar kegiatan Dialog Warga di RT 49 Kelurahan Sepinggan Baru, Jumat (24/10/2025).
Pada kegiatan tersebut tengah dihadiri oleh Lurah Sepinggan Baru, para pengelola bank sampah, dan warga.

Dalam kesempatan itu, Wahyullah menegaskan bahwa isu pengelolaan sampah menjadi perhatian utamanya dalam masa reses dan dialog warga tahun ini.
Sebagai anggota Komisi III yang bermitra dengan bidang lingkungan hidup, ia menilai bahwa pengelolaan sampah di Balikpapan masih perlu pembenahan menyeluruh, mulai dari sistem hingga kesadaran masyarakat.
"Dialog warga kali ini memang saya fokuskan untuk membahas persoalan pengelolaan sampah. Karena sampah ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal ekonomi. Banyak kota lain yang sudah bisa menjadikan sampah sebagai komoditas bernilai, bahkan sampai ke level ekspor,” ujarnya.
Menurut Wahyullah, kegiatan dialog warga menjadi wadah untuk menggali langsung kondisi di lapangan dan mendengarkan kendala yang dihadapi para penggerak bank sampah.
Ia menjelaskan, beberapa hari terakhir dirinya telah menugaskan tim untuk mengunjungi sejumlah bank sampah di Balikpapan guna memetakan masalah yang dihadapi.
"Dari hasil kunjungan, kami temukan berbagai persoalan. Ada bank sampah yang hanya bertahan tiga bulan, ada yang enam bulan, bahkan ada yang tinggal nama saja. Karena itu, kami ingin tahu apa akar masalahnya dan bagaimana manajemen bank sampah yang ideal untuk Balikpapan,” jelasnya.
Ia menambahkan, timnya tengah menyusun hasil kajian dari kunjungan tersebut untuk dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dan rencana tindak lanjut (action plan).
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program bank sampah di Balikpapan agar tidak hanya bergantung pada semangat awal masyarakat.
"Kami akan olah semua informasi yang sudah dikumpulkan untuk menghasilkan rekomendasi yang bisa diterapkan. Jangan sampai kita membangun banyak bank sampah, tapi hanya sedikit yang bertahan. Ini yang sedang kami benahi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wahyullah juga menyinggung pentingnya menciptakan model pengelolaan sampah yang bisa memberikan nilai ekonomi bagi warga, terutama melalui program waste to benefit atau sampah bernilai manfaat.
"Saya ingin masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomi dari sampah. Jadi bukan hanya sekadar buang dan bersih, tapi ada manfaat yang bisa dirasakan. Ke depan, fokus saya akan diarahkan ke kegiatan yang mendorong pengelolaan sampah berbasis manfaat ekonomi,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Wahyullah menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas bank sampah akan dilakukan secara bertahap.
Selain melalui dialog warga, hal ini juga akan menjadi perhatian dalam pokok-pokok pikiran DPRD serta program reses tahun berikutnya.
"Langkahnya bertahap setiap tahun. Nanti hasil kajian dan aspirasi warga ini akan kami tuangkan dalam pokok pikiran DPRD dan kegiatan reses selanjutnya, supaya ada keberlanjutan dan hasil nyata,” tandasnya. (Adys/adv/*)