Proyek RDMP Balikpapan Terus Menuai Masalah

Selasa, 1 PEBRUARI 2022

Dampak Proyek RDMP Menyebabkan Kerusakan Jalan, DPRD Kota Balikpapan Buka Suara

BALIKPAPAN-Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan melaksanakan RDP (Rapat Dengar Pendapat), bersama pihak Refinery Development Master Plan (RDMP), selaku pengembang proyek kilang Pertamina di Balikpapan.

Laporan sebelumnya, para guru sekolah SMA Patra Dharma, terkait kerusakan jalan, sekitar sekolah SMA Patra Dharma, SD dan SMP GPIB Maranatha. Memaksa untuk dilakukan mediasi untuk perbaikan jalan, parkir dan amdal masuk area SMA Patra Dharma dan SD/SMP GPIB Maranatha Balikpapan serta, tempat Ibadah.

Iwan Wahyudi, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi menyampaikan, rapat ini merupakan tindak lanjut dari persoalan kawasan di sekitar SMA Patra Dharma akibat dampak pembangunan proyek RDMP Pertamina, yang terus menuai persoalan.

Dampaknya, jalan disekitarnya menjadi rusak, parkiran kendaraan yang sembarangan, dan banyaknya PKL yang tidak tertata dan mengakibatkan bangunan maupun gedung disekitar proyek menjadi rusak, Senin (31/1/2022).

ia merasa kaget, padahal kesepakatan awal, itu sudah ada, dan masalah yang sama masih terjadi, bahkan di tahun 2020 bahwa Pihak PT. Pertamina akan memberikan perbaikan di Kawasan tersebut, hingga, 2022 menjelang dua tahun belum ada tindak lanjut.

Maka RDP dilakukan, ini, anggota DPRD ingin mendengar kembali respon pihak Pertamina atau pihak RDMP, untuk segera melakukan perbaikan.

"Yang katanya sudah mau dilelang kemudian sudah ada rencana aksinya, jadi ditunggu komitmen itu," tegas politisi PPP ini.

"Kerusakan itu berada di wilayah pengerjaan proyek RDMP, dan selalu dilintasi oleh warga, yang mau ke masjid, gereja, dan sekolah. Bahkan, tidak sedikit yang jatuh, dari kendaraan," ungkap Iwan.

"Dan sudah banyak korban disitu, tetapi syukurnya tidak berakibat fatal. tapi sangat berbahaya," urainya.

Iwan Wahyudi selaku anggota DPRD Balikpapan dan masyarakat menginginkan, pihak Pertamina lebih responsif untuk lebih mengedepankan nurani, terhadap dampak yang terjadi pada proyek RDMP ini.

"Kami menunggu rencana aksi dari Pertamina, seminggu ini dan disaksikan oleh pihak DLH (Dinas Lingkungan hidup). Kami juga meminta DLH, Dinas PU dan dinas terkait untuk memberikan perhatian maupun pengawasan terhadap pembangunan ini," tandasnya. (Adv/Adys)