Jumat 5 Juni 2026
BALIKPAPAN - Program revitalisasi ratusan sekolah di Kalimantan Timur mendapat apresiasi dari DPRD Kota Balikpapan. Bantuan yang diserahkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, usai menghadiri kegiatan Pagi Ceria yang digelar Kemendikdasmen di BSCC Dome Balikpapan, Jumat (5/6/2026).
Menurut Gasali, dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan menjadi bukti adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memenuhi kebutuhan sektor pendidikan.
Ia mengatakan, perhatian yang diberikan kepada Kalimantan Timur patut disambut positif mengingat kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah peserta didik.
Dukungan dari pemerintah pusat dinilai membantu daerah dalam mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan yang layak.
"Ini menjadi bentuk perhatian yang sangat baik. Daerah tentu memiliki keterbatasan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan, sehingga dukungan dari pemerintah pusat sangat membantu,” ujarnya.
Gasali menilai revitalisasi sekolah tidak hanya berpengaruh pada perbaikan kondisi bangunan, tetapi juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung proses pendidikan.
Selain itu, peningkatan kapasitas sekolah diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan yang semakin besar.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Ketersediaan tenaga pendidik yang memadai juga perlu menjadi perhatian agar layanan pendidikan dapat berjalan optimal.
"Peningkatan fasilitas harus dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan guru. Keduanya merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
Komisi IV DPRD Balikpapan juga menyatakan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat kualitas pendidikan nasional, termasuk rencana penerapan wajib belajar 13 tahun.
Menurut Gasali, kebijakan yang mendorong peningkatan disiplin dan motivasi belajar siswa perlu mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), ia turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga proses penerimaan peserta didik agar berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
"SPMB harus dijalankan secara terbuka, adil, dan sesuai aturan sehingga seluruh masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama,” tandasnya. (Adys/*)