Rabu 29 April 2026
BALIKPAPAN — Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamid, menyoroti persoalan penyediaan air bersih yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah.
Ia menilai, persoalan ini tidak hanya menyangkut ketersediaan, tetapi juga kualitas air yang diterima warga Kota Balikpapan.
Hal tersebut sebelumnya sudah ia paparkan lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus DPRD Balikpapan terkait LKPJ Wali Kota Balikpapan tahun 2025 di Ruang Rapat Gabungan DPRD Balikpapan. Berdasarkan laporan dan temuan di lapangan, Hamid mengungkapkan bahwa kondisi air di beberapa kawasan masih belum layak.
Bahkan, terdapat air yang berwarna kekuningan, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait dengan melakukan pengecekan langsung. Pemerintah diminta tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi benar-benar melihat kondisi riil di lapangan.
"Kalau hanya dibahas di kantor, kita tidak akan tahu kondisi sebenarnya. Harus turun langsung untuk memastikan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Selain kualitas, Hamid juga menyoroti pemerataan layanan air bersih yang dinilai masih belum optimal.
Ia menyebut, keluhan terkait sulitnya mendapatkan sambungan air bersih hampir selalu muncul setiap kali DPRD Kota Balikpapan melakukan kegiatan reses. Permintaan masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih kerap terbentur alasan keterbatasan kapasitas layanan.
Menurut Hamid, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya solusi yang signifikan.
Ia menegaskan, persoalan air bersih tidak boleh terus berulang tanpa penyelesaian. Pemerintah perlu mengambil langkah konkret, termasuk meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi air bersih agar dapat menjangkau lebih banyak warga.
"Persoalan ini jangan hanya menjadi catatan semata, melainkan benar-benar direalisasikan dalam bentuk program nyata," tandasnya. (Adys/*)