Selasa 10 Maret 2026
BALIKPAPAN– Praktik pengetapan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang diduga masih terjadi di sejumlah tempat menjadi perhatian Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi perlu diperkuat agar tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk kepentingan bisnis pribadi.
Menurut Fauzi, pemerintah pada dasarnya tidak melarang masyarakat untuk mencari nafkah. Namun penggunaan BBM subsidi harus tetap sesuai dengan peruntukannya, yakni untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Namanya orang berusaha tentu tidak bisa kita larang. Tetapi juga harus tahu diri, jangan sampai mengambil secara berlebihan atau menimbun,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, praktik pengetapan BBM subsidi kerap memicu persoalan di lapangan karena dapat mengganggu distribusi dan mengurangi jatah masyarakat lain yang juga membutuhkan bahan bakar tersebut.
Karena itu, Komisi II DPRD Balikpapan mendorong pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi, terutama di tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Fauzi mengatakan pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Pertamina guna memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
"Kalau memang ada yang berlebihan, tentu harus diperingatkan. BBM subsidi itu hadir untuk masyarakat luas, bukan untuk dijadikan bisnis,” tegasnya.
Selain itu, ia menilai penting adanya kesadaran bersama dari masyarakat untuk tidak memanfaatkan celah distribusi BBM subsidi demi keuntungan pribadi.
Menurutnya, apabila praktik pengetapan terus dibiarkan, hal tersebut berpotensi memicu antrean panjang di SPBU dan bahkan menimbulkan kesan kelangkaan BBM di tengah masyarakat.
Fauzi menambahkan bahwa DPRD Balikpapan akan terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan lebih tertib.
"Pengawasan harus diperkuat agar distribusi BBM subsidi benar-benar adil dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (Adys/*)