Selasa 24 Pebruari 2026
BALIKPAPAN– Penanganan banjir di kawasan Ampal, Balikpapan, mulai diarahkan pada solusi jangka panjang. Komisi III DPRD Kota Balikpapan menilai langkah strategis yang paling krusial saat ini bukan sekadar penanganan sementara, melainkan percepatan pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Sungai Ampal dari wilayah hulu hingga hilir.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum agar proses administrasi dan perencanaan pembebasan lahan segera disiapkan. Menurutnya, tanpa penyelesaian persoalan lahan, proyek pengendalian banjir tidak akan berjalan maksimal.
"Kami sudah meminta Dinas PU menyiapkan langkah pembebasan lahan di sepanjang Sungai Ampal, baik di bagian hulu maupun hilir. Itu menjadi syarat utama agar penanganan banjir bisa benar-benar efektif,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Kota Balikpapan, Selasa (24/2/2026).
Ia mengungkapkan, estimasi kebutuhan anggaran proyek tersebut mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Nilai itu mencakup pembangunan fisik sekaligus pembebasan lahan yang hingga kini masih menyisakan sejumlah titik bermasalah.
Karena itu, pemerintah daerah diminta memetakan area prioritas yang harus diselesaikan lebih dulu. Yusri menjelaskan, konsep penataan sungai nantinya dirancang menyerupai pola penanganan di Sungai Sepinggan yang dinilai berhasil mengurangi potensi banjir di kawasan sekitarnya.
Dalam rencana tersebut, lebar Sungai Ampal ditargetkan bisa mencapai sekitar 40–50 meter agar kapasitas tampung air meningkat signifikan.
Komisi III mendorong agar anggaran pembebasan lahan dapat mulai dialokasikan pada 2027. Namun, realisasinya masih bergantung pada kesiapan fiskal daerah dan kelengkapan aspek teknis, termasuk verifikasi kepemilikan lahan dan kajian dampak lingkungan.
Ia menegaskan, proyek ini masuk daftar prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga dan stabilitas kawasan perkotaan saat musim hujan.
"Kita ingin penanganan banjir tidak lagi bersifat darurat. Harus ada solusi permanen yang dirancang matang sejak sekarang,” tegasnya. (Adys/*)