Komisi III DPRD Mahulu, Bahas Lahan Rencana Pembangunan Rumah Sakit Tipe C di Mahulu

Selasa 2 September 2025

MAHULU – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), pihak Rumah sakit Gerbang Sehat Mahulu (GSM), serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PUPR, membahas rencana pembangunan Rumah Sakit Tipe C dan terkait kesiapan lahan.

Hendrikus Keling Ketua Komisi III DPRD Mahulu. (Dok.DPRD Mahulu)

Ketua Komisi III DPRD Mahulu Hendrikus Keling, S.E mengatakan, pembangunan Rumah Sakit Tipe C tidak bisa dipaksakan apabila kondisi lahan belum siap secara teknis. Ia menyebutkan, hasil kajian telah menunjukkan bahwa pembangunan akan bermasalah jika dipaksakan.

Menurutnya, dalam kajian yang dilakukan, meski dikerjakan tahun ini, tahun depan tetap tidak bisa dibangun. Kondisinya tidak memungkinkan, sehingga Komisi III ingin membicarakan ulang.

Komisi III bersama Dinkes dan rumah sakit perlu menjadwalkan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan, untuk meminta agar pembangunan diundur ke tahun 2027.

"Pentingnya memperhatikan faktor geografis lahan. Walau terlihat datar, lahan tetap perlu dilakukan penimbunan agar aman menopang bangunan bertingkat," ungkap, Hendrikus Keling, dalam RDP di Cafetaria DPRD Mahulu, Selasa (2/9/2025).

Ia menilai, untuk peningkatan gedung rumah sakit tipe c, lahan harus benar-benar siap. Lahan yang disiapkan Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu (RS. GSM) dan Dinkes saat ini seluas 2 hektar. "Kami meminta minimal 3 hektar supaya ada ruang untuk taman dan ruang terbuka hijau,”harap Ketua Komisi III DPRD Mahulu.

Senada disampaikan Anggota Komisi III Agustinus Tului, S.H., M.H juga menegaskan pentingnya kesiapan lahan yang lebih luas. Ia menyoroti hasil observasi teknis yang menunjukkan bahwa pembangunan tidak mungkin dilakukan tahun depan, sehingga perlu fokus pada persiapan lahan.

BACA JUGA: https://harianjurnal.com/daerah/mahulu/9222-komisi-iii-dprd-mahulu-bahas-wilayah-pertambangan-rakyat

Ia katakan, hasil observasi teknis membuktikan, pembangunan memang tidak memungkinkan di tahun depan. Artinya, tahun depan pihaknya harus memaksimalkan RS. GSM.

Sementara Plt. Direktur Rumah Sakit GSM Drg. Melkior P mengapresiasi dukungan penuh terhadap pandangan DPRD.

Menurutnya, target pembangunan memang harus ditetapkan, namun kesiapan lahan adalah prioritas utama.

Melkior menilai, Dinkes dan rumah sakit berharap pembangunan ini tetap dilakukan di lokasi lama. Selain lahan harus siapkan lebih dahulu.

"Agar ketika tim survei datang, semuanya sudah siap. Kami setuju dengan usulan komisi III, bahwa kita harus duduk bersama kementerian kesehatan untuk membicarakan hal ini," harap Melkior. (Adv/DPRDMahulu/*)