
Senin 24 November 2025
SANGATTA - Dinas Perhubungan Kutai Barat (Dishub Kutim) gerak cepat untuk pemanfaatan pelabuhan Sangatta dan Bandara Tanjung Bara.
Kepala Dishub Kutim Poniso Suryo Renggono, mengatakan kedua proyek strategis tersebut menjadi fokus utama, dalam meningkatkan pembangunan di Kutim.
Keduanya adalah penyelesaian Pelabuhan Sangatta di Kenyamukan dan percepatan pemanfaatan Bandara Tanjung Bara untuk masyarakat umum.
Ia katakan, untuk pelabuhan, menyelesaikan sisi darat, ditargetkan akan selesai 2027, dan dapat dioperasionalkan.
"Kebutuhan anggaran untuk merampungkan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan mencapai Rp214 miliar. Dana itu digunakan untuk reklamasi seluas 0,7 hektare serta pembangunan sarana pelabuhan agar layak beroperasi," ungkal Kadishub Kutim, Poniso Suryo Renggono.
Adapun skema pembiayaan dengan multi years, Karena pengerjaannya tidak terpotong waktu. "Kalau tiap tahun, progresnya bisa lambat,* katanya.
Ia menhelaskan, keberadaan pelabuhan akan memberikan dampak besar bagi perekonomian daerah. Selain itu, dia juga menyampaikan Bandara Tanjung Bara menjadi prioritas percepatan pemanfaatan.
Meski kewenangan penuh berada di PT Kaltim Prima Coal (KPC), Dishub memastikan koordinasi intensif agar bandara segera dimanfaatkan masyarakat.
Sementara, bandara, sifatnya koordinatif. Kewenangannya ada di PT KPC. Tapi yang jelas, kita ingin segera launching penerbangan Selasa dan Kamis tujuan Balikpapan.
"Dalam waktu dekat, dinasnya akan langsung melakukan rapat koordinasi bersama PT KPC, untuk memastikan slot penerbangan masyarakat," terangnya.
Menurutnya, keberhasilan pengoperasian bandara ini bergantung pada koordinasi lintas pihak. Karena kewenangan ada di pemerintah pusat, maka daerah hanya berfungsi mempercepat komunikasi dan mendukung kebutuhan teknis.
"Tugas kita memastikan semua berjalan lancar, dari persiapan, komunikasi, sampai kepatuhan aturan. Sehingga ketika Bupati ingin memastikan perkembangan, semua sudah siap,” tandasnya. (Adv/DiskominfoKutim/*)