
Senin 24 November 2025
SANGATTA - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menyayangkan banyaknya informasi terkait prostitusi berkedok tempat hiburan malam (THM).
Informasi tersebut berdasarkan peninjauan dari masyarakat, atas maraknya tempat prostitusi berkedok THM di wilayah Kutai Timur.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan melakukan peninjauan kembali untuk memastikan informasi tersebut.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menilai, perlunya tindakan tegas terkait, keberadaan di wilayah Kutim. Prostitusi berkedok tempat hiburan karaoke, ternyata masih ada.
Menurut Mahyunadi, beberapa tahun lalu, Pemkab Kutim telah menegaskan untuk membubarkan tempat-tempat prostitusi yang ada. Namun, bukannya berkurang akan tetapi masih ada informasi tempat-tempat seperti itu tetap menjamur.
Pihaknya akan melakukan pengawasan di masyarakat, dan memperketat peninjauan kembali THM yang ada di Kutai Timur. Sehingga, tidak ada izin THM yang digunakan untuk tempat prostitusi di wilayah ini.
"Kalau memang masih ada prostitusi terselubung kita akan tidak dan akan kita bubarkan," ungkapnya di Sangatta.
Lebih lanjut, dia menjelaskan praktik prostitusi terselubung menjadi faktor pemicu penyebaran HIV/AIDS di masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan dan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran.
"Kalau kita tidak cegah penularannya sejak sekarang, ini akan berdampak pada generasi yang akan datang. Saya mengajak semua pihak agar bekerja maksimal dalam pencegahan," terangnya.
Dia mengatakan penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup hanya dengan penyuluhan, tetapi juga memerlukan tindakan nyata di lapangan. Termasuk penegakan aturan terhadap tempat hiburan yang disalahgunakan untuk kegiatan ilegal. (Adv/DiskominfoKutim/*)