DPPKB Kutim Menargetkan Angka Stunting Turun 12 Persen

Kamis 13 November 2025

‎SANGATTA - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) optimis angka stunting di Kutim dapat diturunkan hingga 12 persen pada akhir 2025.

Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim Achmad Junaidi mengatakan, angka stunting di Kutim mengalami penurunan signifikan. Dari 16,5 persen, menjadi 14 persen. Penurunan angka ini merupakan hasil kerja kerja keras dan sinergi seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. 

‎"Dengan keberhasilan menurunkan angka 2,5 persen dalam jangka satu tahun, menjadi motivasi pihaknya untuk menekan terus angka stunting hingga 12 persen," ungkap Junaidi di Sangatta.

Hingga kin, pihaknya terus menggencarkan program percepatan penurunan stunting melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya adalah pelatihan terpadu untuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang akan difokuskan di 18 kecamatan di wilayah Kutim. ‎

Tidak hanya itu, TPK memainkan peran kunci dalam mendata dan memverifikasi keluarga berisiko stunting melalui aplikasi elektronik. "‎Jika data yang di input tidak sesuai, maka itu akan menjadi data abadi yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting," jelas Junaidi.

‎Ia katakan bahwa data yang akurat dan mutakhir menjadi fondasi dalam menurunkan angka stunting. ‎Junaidi menjelaskan, dalam mencapai tujuan tersebut. pihaknya telah memiliki program yang saat ini dijalankan, yaitu program unggulan "Jemput Bola Stop Stunting." 

‎Ia menilai yang diperlukan adalah metode jemput bola yang lebih terstruktur, ditambah kolaborasi yang kuat dengan desa, target ini bukanlah hal mustahil.

‎Tidak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah desa dalam mendukung program tersebut dan diharapkan setiap desa dapat mengalokasikan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mendukung program penurunan stunting. ‎

Melalui desa peduli, maka angka stunting akan semakin menurun secara signifikan. Termasuk dengan sinergi yang kuat, target penurunan stunting hingga dua digit dapat tercapai tahun 2025. (Adv/DiskominfoKutim/*)