
Kami 3 AGUSTUS 2023
KAUBUN - Kedatangan Gubernur Kaltim Isran Noor di kabupaten Kutai Timur, menyelesaikan beberapa agenda, diantaranya meresmikan Kantor UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Wilayah Kutai Timur (Kutim) dan Kantor Samsat Bersama Sangatta, serta Kantor Bersama Samsat Pembantu Paten Kecamatan Kaubun, di Jalan AW Syahranie, Kawasan Bukit Pelangi, pada Rabu (2/8/2023).

Kunjungan kerja Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman ke Kutim secara bersamaan juga menyelesaikan beberapa agenda kerja pembangunan di wilayah Kutim.
Termasuk melakukan ground breaking lanjutan pembangunan Jembatan Sungai Nibung yang akan menghubungkan kedua desa, Desa Kadungan Jaya di di Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan di Kecamatan Sangkulirang.
Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan pembangunan jembatan yang sudah dimulai sejak 2014 di zaman Bupati Awang Faroek Ishak. Di tahun ini pembangunannya siap dilanjutkan.
Isran menegaskan, dengan kehadiran jembatan sepanjang 150 meter itu akan memperpendek jarak antara Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun menuju Kecamatan Karangan.
"Bagus untuk memperpendek jarak ke Batu Lepoq dan Pengadan, ibukotanya Karangan," ungkapnya.
Pembangunan jembatan dengan lebar 5 meter, panjang bentang utama 90 meter dan jalan pendekat masing-masing 30 meter akan mempersingkat jarak sepanjang 105 kilometer atau memangkas waktu perjalanan sekitar 3 jam.
Dengan jarak yang semakin singkat diharapkan perekonomian kawasan semakin meningkat. Arus lalu lintas akan semakin lancar, termasuk angkutan ikan dari Biduk-biduk dan Talisayan akan lebih baik kualitasnya.
Karena jarak waktu yang lebih singkat. Isran menegaskan, hingga akhir masa jabatan bersama Wagub Hadi Mulyadi, dirinya akan terus meningkatkan kondisi jalan mantap di Kaltim.
"Kita mau bikin jalan Kaltim itu luar biasa. Kalau jalan rusak berlubang itu biasa. Jalan mulus itu baru luar biasa. Karena masyarakat perlu infrastruktur. Soal biayanya dari mana yang penting jalan bagus," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan tahun ini Pemprov Kaltim menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp 58,7 miliar untuk pembangunan Jembatan Sungai Nibung.
"Tender dimenangkan PT Arkindo Bahana dengan nilai kontrak Rp 57,9 miliar dengan paket kegiatan pemancangan pondasi dan dua pilar utama," katanya.
Selanjutnya, di tahun 2024 PUPR Pera Kaltim akan melanjutkan dengan alokasi Rp 104 miliar untuk pekerjaan struktur atas jembatan (pengadaan rangka), aksesoris jembatan dan jalan pendekat (girder) Desa Kadungan Jaya dan Pelawan. Tinggi freeboard (permukaan air ke jembatan) 12 meter dengan kedalaman tiang pancang 50 meter.
Dalam kegiatan dihadiri jajaran Pejabat Dinas PUPR Pera Kaltim, OPD di lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutim terkait serta perwakilan perusahaan tambang batu bara seperti Indexim dan Ganda Alam Makmur (GAM), pemerintahan kecamatan hingga desa.
Sementara Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya menegaskan adanya kelanjutan pembangunan jembatan ini pastinya sangat terbantu.
"Hadirnya kemudahan transportasi antara Kaubun ke Sangkulirang begitu sebaliknya. Karena selama ini perjalanan cukup jauh harus putar dan memakan waktu sangat panjang karena sebagian ada yang menyeberang menggunakan kapal penyeberangan di Pelabuhan GM," tegasnya.

Ardiansyah mengatakan, dengan adanya jembatan ini juga turut memperpendek jarak menuju ke daerah Kabupaten Berau seperti ke Kecamatan Batu Putih, Talisayan hingga Biduk-biduk. Artinya ini membantu kelancaran lalu lintas yang dapat dinikmati semua masyarakat.
Ardiansyah meminta perhatian Pemprov Kaltim untuk memperjuangkan kelaikan jalan provinsi yang harus segera ditingkatkan kualitas permanen jalannya.
"Akses jalan dari Kaubun ke Karangan perlu segera diperbaiki karena ini juga merupakan kewajiban provinsi. Jalan lintas ini turut menghubungkan Sangatta, Bengalon hingga Kaliorang. Saya berharap diselesaikan," harapnya. (Adv/*)