
Jumat 21 JULI 2023
SANGATTA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sangatta dan Pengurus Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan sosial berupa khitanan massal di Sekretariat HMI dan KAHMI Kutim, Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (20/07/2023).
Kegiatan sosial HMI Kutim ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Kutim Kasmidi Bulang, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kutim Asti Mazar, Ketua HMI Cabang Sangatta Ali Bin Musa, Presidium Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) Kutim Yunda Rofikoh Istiharoh, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Timur (Kaltim) Bakri Hadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) dilingkungan pemkab Kutim.
Sedikitnya 95 anak mengikuti kegiatan sosial khitanan massal gratis dilakukan HMI dan KAHMI Kutim, mayoritas anak ikut dalam khitanan ini, berasal dari seputaran wilayah Kutim. Wabup Kutim Kasmidi Bulang mengapresiasi kegiatan bakti sosial (baksos) digelar HMI dan KAHMI Kutim ini.
"Kegiatan seperti ini harus disupport karena memiliki nilai positif untuk masyarakat luas," ungkap Kasmidi.
Dia mengatakan, kegiatan ini menjadi solusi pada masyarakat Kutim berkaitan dengan anak yang sudah siap atau sudah layak untuk dikhitan atau disunat, dan yakin saja, apa yang kita lakukan ini pasti berbuah pahala.
"Kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Karena, ternyata antusias dari para pendaftar sendiri sungguh luar biasa," harapnya.
Sebagai informasi bahwa, peserta yang mendaftar ada hampir 200 anak, tapi karena terkendala waktu dan persiapan yang kurang, jadi hanya bisa memuat 100 anak.
"Tapi saya pikir jangan khawatir, kedepannya tetap akan dibikin program-program semacam ini," cetusnya.
Dia berpesan kepada anak-anak HMI dan KAHMI Kutim bisa menjadi motor penggerak sekaligus partner di pemerintahan sehingga bisa lebih bersinergi kedepan dalam program pembangunan daerah.
Kasmidi berharap, pihaknya membutuhkan anak-anak muda yang punya jiwa serta visi yang jauh kedepan untuk membackup pemkab Kutim, baik itu program pembangunan maupun kritik-kritik sosial. Sehingga terjadi balance antara masyarakat dengan pemerintah daerah. (Adv/*)