
Rabu 14 JUNI 2023
SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman belum lama ini menyebut wilayahnya sebagai daerah ajaib atau Magic Land.
Ia menuturkan, Kutim memiliki potensi banyak. Mulai dari kekayaan laut, darat, hutan, dan beberapa potensi lainnya.
"Kutim ini saya sebut Magic Land bukan lagi wonderfull tapi memang daerah ini daerah yang ajaib semuanya ada," ungkap Bupati, baru-baru ini.
Menurutnya, Kutim memiliki pantai dengan panjang 500 kilometer dengan kekayaan laut yang tinggi. Bahkan dibeberapa pantai bisa menjadi primadona karena keindahannya.
Selain, pantai-pantai itu belum dikenal khalayak ramai khususnya wisatawan. Mulai dari Pantai Teluk Kaba, Pantai Teluk Prancis dan Pantai Teluk Lingga.
"Pantai Teluk Lingga kami sudah telusuri melalui sungai bendera. Pantainya itu akan muncul pada jam empat sore. Bisa bayangkan, jika seseorang bisnis membangun restoran diatas laut dan itu indah sekali. Begitu lautnya disitu ada tumbu karang yang begitu indah," jelas Ardiansyah Sulaiman.
Bahkan dari kekayaan lautnya, kabupaten terluas di Bumi Mulawarman ini juga memiliki hutan yang masih terpelihara 68 persen dari luas 35.000 Km2. Dengan keanekaragaman hayati di dalamnya.
Adapun kandungan tanah punya banyak potensi, ada minyak, ada batu bara, ada emas, ada biji besi. Di atasnya tidak hanya hutan, bisa ditanami sawit, coklat, bersawah, berkebun.
Termasuk, Kutim yang memiliki flora dan fauna yang beranekaragam dan tidak ada di daerah lain. Salah satunya, yakni Prevab Mentoko yang terletak di Kawasan Taman Nasional Kutai (TNK), yang menjadi habitat asli orangutan.
Di balik kekayaan sumber daya alam semua itu dimiliki Kutim, khususnya laut, belum dieksplore lebih jauh oleh masyarakat. Bahkan kini kabupaten tidak lagi memiliki kewenangan mengelola laut.
Sementara persoalan lain adanya aturan yang baru, kita tidak memiliki laut. Sebelumnya, kabupaten/kota memiliki laut seluas 0-4 mil, dengan aturan yang baru 0 mil.
"Ya ternyata kekuasaan laut kini di tangan provinsi dan nasional," paparnya.
Kendati demikian, Bupati tetap mendorong masyarakat untuk berinovasi menggelar event kebaharian bertaraf nasional, salah satunya Sail Sangkulirang yang diyakini memiliki efek positif bagi daerah setempat. (Adv/*)