Sambut IKN, Kutim Jadikan Penyedia Komoditas Pertanian

Rabu 14 JUNI 2023

SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur menjadi salah satu kawasan penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, membuat Dinas Tamanan Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) memanfaatkan untuk menjadi penyedia komoditas pertanian hortikultura bagi masyarakat Kutim

Dengan kondisi itu, Kutai Timur terus bergerak dengan berbagai program pemerintah khususnya bidang pertanian, termasuk pemanfaatan dan meningkatkan perekonomian daerah. Salah satunya pihak DTPHP Kutai Timur, kini melakukan pengembangan tanaman hortikultura seperti semangka, pepaya dan tanaman lainnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan ((DTPHP) Kutai Timur Dyah Ratnaningrum berharap pada tanaman hortikultura sebagai kawasan penyangga IKN Nusantara, seperti pepaya, semangka.

"Kita dapat menjadi daerah penghasil semangka untuk pemasok IKN kedepannya," ungkapnya, Selasa (13/6/2023).

Untuk diketahui, tanaman semangka telah ditanam di beberapa kecamatan diantaranya di Kecamatan Sangatta Utara, Kecamatan Rantau Pulung, Kecamatan Kaliorang, Kecamatan Bengalon, dan Kecamatan Teluk Pandan. Selain pepaya dan semangka, termasuk pengembangan tanaman bawang merah dan cabai.

Sementara, komoditas bawang merah telah ditanam di Kecamatan Kaliorang sebanyak 5 hektare, Kecamatan Sangatta Selatan total sebanyak 5 hektare dan di Simono, Kecamatan Sangatta Utara sebanyak 10 hektare.

"Kami juga mengembangkan cabai, suda banyak tapi spot-spot, ada di Kaliorang sebanyak 5 hektare, Simono ada pengembangan cabai dalam 1 hamparan 5 hektare lainnya juga 5 hektare, kemudian di Batota ada 10 hektare," tegasnya.

Upaya pemkab Kutim ini sebagai bentuk untuk persiapan daerah sebagai penyangga IKN, diperkirakan masuk ratusan hingga jutaan jiwa ke wilayah IKN Nusantara.

DTPHP juga akan mempercepat dan memaksimalkan program ini dapat berjalan khususnya, bidang tanaman hortikultira.

Kemudian Dyah menyatakanbahwa, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman juga dikabarkan mendapat penghargaan dari Menteri Pertanian atas konsentrasinya terhadap tanaman hortikuktura.

"Pemkab Kutim mendapat penghargaan atas pencapaian ekspor pisang kepok dari kelompok tani kita ke negara Singapura dimana setiap 2 minggu sekali minta 3 ribu sisir dengan total nilai kontraknya selama 2 tahun sebanyak Rp 37,5 miliar," tandasnya. (Adv/*)