
Rabu 14 JUNI 2023
SANGATTA - Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur mulai pengembangan dimensi Smart Living Integrited Garden di Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta untuk program Smart City.

Kawasan Bukit Pelangi yang berlokasi di terusan Jalan Pendidikan, Kecamatan Sangatta Utara menjadi pusat perkantoran pemerintahan itu, menjadi kawasan program Smart City pemkab Kutim.
Bahkan, kawasan itu juga terdapat berbagai jenis taman yang dilengkapi fasilitas-fasilitas umum, misalnya UMKM, arena bermain anak pemukiman dan tempat ibadah yang berpusat di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta.
Kepala Diskominfo Kutim Ery Mulyadi mengatakan, Kawasan Bukit Pelangi ini terdapat 12 taman, salah satunya Taman Botani yang memiliki koleksi tanaman dan fauna endemik Kutim, selain itu juga dilakukan untuk penelitian dan saat ini dalam proses untuk ditetapkan menjadi kebun raya.
Selain itu, pihaknya juga telah memfasilitasi taman-taman tersebut dengan internet gratis atau free wifi untuk masyarakat. Di samping taman-taman yang disediakan di Kawasan Bukit Pelangi, terdapat beberapa fasilitas dalam proses pembangunan ikon tambang berupa truk raksasa Liebherr T282 seberat 237 ton.
"Saat ini di Kawasan Bukit Pelangi telah disediakan gazebo-gazebo untuk masyarakat yang berkunjung ke Bukit Pandang, dimana di tempat tersebut pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Sangatta dari atas," ungkap Ery Mukyadi, Rabu (14/6/2023).
Dia menjelaskan, selain Kawasan Bukit Pelangi, Kutai Timur juga mengangkat kegiatan produksi lebah madu kelulut, sedangkan untuk tahun 2022 hingga 2026 pihaknya mengangkat Prevab Mentoko.
"Prevab Mentoko merupakan pusat penelitian Orang Utan dan salah satu wisata ekologi yang ada di Kutim serta bisa juga untuk edukasi dan penelitian," tegasnya.
Selanjutnya, Kutai Timur mendapat evaluasi oleh tim Asesor Smart City terkait pencapaian sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).
Kemudian oleh Pemkab Kutim diperbaiki, dan akhirnya mendapat penghargaan kategori peningkatan indeks SPBE.
"Dimana tahun 2021 indeks SPBE Kutim hanya 1,03 dengan kategori kurang, namun setelah dilakukan upaya-upaya perbaikan di 2022 dapat menunjukan peningkatan indeks SPBE menjadi 2,79 dengan kategori baik," tuturnya.
"Dan Kutim mendapatkan penghargaan indeks peningkatan SPBE yang diserahkan langsung oleh Menteri PAN RB dan Menteri Kordinator Investasi dan Kemaritiman," tandasnya. (Adv/*)