Rabu 3 September 2025
TANA PASER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser menerima audiensi dari Aliansi Mahasiswa Paser (AMP), Rabu, (3/9/025.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bapekat DPRD itu membahas sejumlah isu strategis, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur dasar.

Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi, menyampaikan bahwa aspirasi yang disampaikan mahasiswa sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa peningkatan IPM menjadi fokus utama pemerintah, khususnya melalui penguatan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kepemudaan.
"Ada beberapa penyampaian yang saya rangkum, salah satunya terkait IPM yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan pembangunan kepemudaan. Ini menjadi bagian penting dari pembangunan manusia yang harus kita tuntaskan,” kata Hendra kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa fokus pembangunan infrastruktur dasar saat ini merupakan bagian dari program prioritas “Paser TUNTAS," yang disesuaikan dengan keterbatasan anggaran daerah.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan membuka akses lebih luas terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
"Mengapa pemerintah daerah fokus pada infrastruktur? Karena itu kebutuhan dasar. Dengan jalan, air, dan listrik yang baik, otomatis sektor lain ikut berkembang,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan AMP, Rahman, menyampaikan bahwa sektor pendidikan di Paser masih tertinggal.
Berdasarkan data yang mereka himpun, IPM Paser berada di peringkat ke-7 dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
*Kami menyoroti rendahnya IPM, khususnya pada aspek pendidikan. Kami ingin terlibat langsung dalam pengawasan dan evaluasi, misalnya melalui forum RDP atau diskusi tematik,” kata Rahman.
AMP juga menegaskan bahwa audiensi dipilih sebagai langkah strategis dibanding aksi demonstrasi. Mereka menyatakan, aksi hanya akan dilakukan jika tidak ada respons dari DPRD.
"Kami tidak ingin Paser menjadi tempat munculnya tindakan anarkis seperti yang terjadi di daerah lain. Audiensi adalah ruang dialog yang lebih sehat,” ujar Rahman.
Menanggapi permintaan keterlibatan mahasiswa dalam rapat dengar pendapat (RDP), Ketua DPRD menyatakan dukungannya. Ia mengatakan, DPRD terbuka bagi siapa saja yang ingin menyampaikan aspirasi secara konstruktif.
"Jika mahasiswa ingin ikut dalam RDP, kami persilakan. Semua aspirasi kami terima dengan tangan terbuka,” kata Hendra.
Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaboratif antara DPRD dan kalangan mahasiswa di Paser. Kedua pihak sepakat untuk menjaga ruang dialog tetap terbuka dan produktif, serta mendorong percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. (Adv/MK/DPRDPaser/*)