Komisi I DPRD Paser Kunker Ke Perumda Manuntung Sukses Balikpapan

Senin 4 November 2024

TANA PASER - Komisi I DPRD Paser melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Perumda Manuntung Sukses Balikpapan, dalam rangka study orientasi terkait dengan hadirnya toko penyeimbang untuk pengendalian inflasi dan kebutuhan pangan masyarakat.

Dalam Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Paser Kasri yang didampingi oleh anggota lain seperti, Zulfikar Yusliskatin, H. Abdullah, Indra Pardian, Hamransyah, Umar, Hamsi, dan Edwin Santoso.

Ketua Komisi I DPRD Paser Kasri mengatakan, Pemprov Kaltim menginisiasi terbentuknya toko penyeimbang di beberapa Kabupaten/ Kota di Kaltim dan salah satunya di Balikpapan sebagai upaya pengendali inflasi dan pengembangan ekonomi pada masyarakat.

Dengan keberhasilan Perumda Manuntung tersebut Komisi I DPRD Paser ingin mengetahui dan belajar apa maksud dari dibentuknya toko penyeimbang ini. Serta apa saja regulasi dalam pembentukan toko penyeimbang yang mana kota balikpapan menjadi salah satu daerah yang di pilih sebagai pengelolanya.

"Ternyata setelah disampaikan oleh mereka kehadiran toko penyeimbang ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk bisa mengendalikan inflasi, dan kami juga pada kesempatan tersebut berharap Paser juga ada toko penyeimbang ini," kata Kasri, Senin (4/11/2024).

Dalam rapat tersebut juga kata Kasri, oleh Dirut Perumda Manuntung Sukses, Andi Sangkuru menyampaikan bahwa toko penyeimbangnya diberi nama toko atau kios Gesit. Akronim dari dari Gerakan Stabilisasi Inflasi Terkendali.

Dengan kehadiran toko ini memang upaya pemerintah daerah untuk bisa mengendalikan inflasi. Dengan mengemban fungsi ketersediaan stok komoditas di toko penyeimbang. Toko penyeimbang membangun kerja sama antar daerah untuk penyediaan komoditas.

Terutama kategori bahan pokok penting (Bapokting) dan saat ini kerja sama sudah terjalin dengan Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan dan Jakarta. Sementara untuk hortikultura, suplai pasokan mengandalkan dari petani lokal binaan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Balikpapan, toko penyeimbang dibentuk seperti toko kelontongan.

"Untuk harga di toko itu tidak boleh melebihi dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan Dinas Perdagangan, sehingga tetap ada selisih harga dengan pedagang sekitar. Kami harap di Paser juga ada toko penyeimbang ini," ujarnya.

Perumda Manuntung Sukses ini juga mengatur jumlah pembelian barang selama awal operasional toko penyeimbang. Misal setiap pengunjung hanya boleh membeli beras dengan jumlah tertentu.

"Toko penyeimbang hadir bukan untuk bersaing dengan masyarakat dan Pihak Perumda juga sudah berkoordinasi dengan pedagang lokal, "Jelasnya. (yadi/adv/DPRDPaser)