Rabu 8 Mei 2024
Sejenak bersama Rocky Gerung, berlanjut diskusi kecil, namun bisa dikatakan berat. Terkait, politik global, ekonomi Indonesia. Lepas dan santai bersama kawan-kawan aktivis, jurnalis dan akademisi di Cafe Baca, Gedung PWI Balikpapan, Rabu (8/5/2024) malam.

Sedikit disampaikan Rocky Gerung terkait ekonomi global, terjadi kekuasaan oligarki. Tak dapat dipungkiri, masyarakat masih merasa nyaman menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai). Kini, belum menyentuh emosi masyarakat, untuk melakukan perubahan.
Satu persatu kawan melempar pertanyaan, terkait situasi global, Heri Soenaryo bahwa, gerakan diperjuangkan selama ini tidak mengubah situasi signifikan dengan kebijakan pemerintah.
Menurut Rocky, sapaan akrabnya, teruslah melakukan perubahan hingga rasa empati dan emosi masyarakat muncul untuk hidup secara sadar dan normal bermasyarakat.
Menyimak disampaikan bang Rocky, Danang Agung yang ikut larut dalam diskusi ini, menyatakan apa yang melatar belakangi konsep Rocky, hingga berbeda dengan yang lain?
"Kami punya akal sehat, ini harus dibangun hingga kesadaran kita, dapat hidup secara kualitatif, dan bermutu," ucap Rocky.
Menurutnya, konsep reformasi yang diperjuangkan, belum tercapai secara mutu, hanya sekadar kuantitatif saja. Sehingga, butuh kesadaran agar pemerintahan berjalan dengan baik, dan seimbang.
Dilanjut Efendi Bahtiar bahwa, ekonomi yang dikuasai pemodal hulu hingga hilir tak dapat dibendung.
"Iya, itu kenyataannya hari ini. Karena pemodal lebih menguasai pangsa pasar, hingga ekonomi masyarakat tak berkembang," tutur Rocky.
Syarief Syamsul pun menilai, fakta yang dihadapi saat ini, belum cukup untuk melakukan perubahan pada masyarakat. "Terlihat masyarakat kita masih pragmatis, itu dilihat pada pilpres kemarin," ucap Syarief.
Diskusi ringan ini menjadi momentum kawan-kawan, untuk menata kehidupan masyarakat yang bermartabat. Secara sadar dan menerima kenyataan ekonomi dan kehidupan yang dihadapi.

Rocky Gerung, akan melanjutkan perjalan ke Samarinda untuk mengisi kuliah umum, disalah satu perguruan tinggi di bumi etam ini. Menjadi vitamin, bagi kawan-kawan, dalam mengawal perubahan baik secara sosial politik maupun ekonomi.
Pesan diakhir diskusi, "pemuda Balikpapan, hanya disebut kalau mampu membalikkan papan papan oligarki di Kalimantan," tandasnya. (Ay/*)