BALIKPAPAN- Pengurangan pengambilan air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Teritip berdampak pada jam pelayanan air bersih di Kota Balikpapan. Kondisi tersebut mulai berlaku sejak 1 September setelah PTMB mendapat instruksi dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda.

Direktur Teknik PTMB, M Kohiruddin mengatakan, pengambilan air baku dari Waduk Manggar mengalami pengurangan dari sebelumnya 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik.
"Turun sekitar 250 liter per detik,” kata Kohiruddin, Senin (7/11/2026).
Sementara untuk Waduk Teritip, jumlah air baku yang sebelumnya dapat diambil sebesar 220 liter per detik kini hanya 110 liter per detik.
" Jadi ada kehilangan 50 persen atau turun sebesar 110 liter per detik,” ujarnya.
Jika kedua sumber tersebut diakumulasi, terjadi pengurangan sekitar 360 liter per detik. Kondisi ini membuat jam pelayanan air bersih kepada pelanggan ikut terganggu.
"Dari data yang sudah kami kumpulkan ada sekitar 38.000 sambungan rumah yang terganggu jam pelayanannya,” jelas Kohiruddin.
Kohiruddin menegaskan, untuk pengurangan jam pelayanan tersebut bukan berarti distribusi air kepada masyarakat berhenti sepenuhnya.
"Ya, ini bukan berarti mati sama sekali, tapi jam pelayanan berkurang. Awalnya bisa 24 jam, tapi sementara berkurang,” katanya.
Karena hal tersebut, masyarakat diminta tidak panik dan mulai menyiapkan tampungan air untuk kebutuhan rumah tangga.
"Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menyiapkan tampungan air. Tentunya juga tidak perlu memiliki tampungan yang cukup banyak, diperkirakan saja untuk kebutuhan beberapa hari tercukupi,” ungkapnya.
PTMB juga terus berupaya membagi distribusi air secara merata, terutama ke titik-titik yang mengalami gangguan pelayanan.
"Kami juga berusaha terus membagi air dengan merata, sehingga ada titik-titik mungkin yang dulunya juga terganggu, dan hari ini kita coba layani dengan baik,” katanya.
Sebagai langkah mitigasi, PTMB telah menyiapkan tiga terminal tangki yang masing-masing berada di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan dan Balikpapan Utara.
" Nanti masyarakat Kota Balikpapan bisa mengakses air tangki dengan tentunya menghubungi nomor kontak atau portal-portal komunikasi yang dimiliki oleh PTMB,” jelasnya.
Kohiruddin menyebut Balikpapan Timur menjadi wilayah yang cukup kritis karena adanya pengurangan kapasitas air dari sumber di bagian timur.
Dengan ini, PTMB akan memaksimalkan terminal tangki di Balikpapan Selatan, Jalan MT Haryono, depan Kantor Disdukcapil, untuk melayani Balikpapan Selatan dan juga di Balikpapan Timur.
" Kemudian yang di Balikpapan Utara akan melayani wilayah utara dan tengah. Lalu yang di Balikpapan Barat kita akan melayani fokus dengan di Balikpapan Barat,” jelasnya.
Kondisi kemarau yang disertai El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober. Kohiruddin mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana agar ketersediaan air tetap terjaga.
" Harapannya kita bisa menjaga konsumsi air ini jangan terlalu berlebihan, bijaksana menggunakan air sehingga sampai dengan Oktober nanti kita masih punya air yang cukup,” tandasnya. (Adys/*)