Senin 13 April 2026
BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi akan memengaruhi sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah kesiapan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dalam menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa sektor penyediaan air bersih menjadi aspek krusial, mengingat kondisi geografis Balikpapan yang masih sangat bergantung pada curah hujan sebagai sumber utama air baku.
"Ketergantungan ini membuat kota rentan mengalami kekurangan air ketika musim kemarau panjang terjadi akibat El Nino," ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, kesiapan PTMB tidak hanya dilihat dari sisi ketersediaan air, tetapi juga mencakup kesiapan infrastruktur dan sistem distribusi yang saat ini masih dalam tahap pembenahan di sejumlah titik.
Ia menyebutkan, perlu ada langkah konkret dan terukur agar pelayanan air bersih tetap optimal, terutama bagi wilayah yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau jaringan perpipaan.
Selain itu, Pemkot juga mendorong PTMB untuk memperluas cakupan layanan guna memastikan lebih banyak warga dapat mengakses air bersih secara merata.
Hal ini menjadi penting sebagai bagian dari upaya dampak kekeringan yang berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Dalam waktu dekat PTMB dijadwalkan memaparkan secara keseluruhan terkait kesiapan mereka dalam menghadapi El Nino.
Paparan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas kepada pemerintah sekaligus menjadi bentuk transparansi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan.
Pemkot Balikpapan berharap, melalui perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik, dampak kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin.
Ketersediaan air bersih bagi masyarakat pun diharapkan tetap terjaga, meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian tidak menentu. (Adys/Adv Diskominfo Balikpapan/*).