Sabtu, 12 PEBRUARI 2022
Pertemuan Media Asia untuk Perdamaian
Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL), sebuah organisasi perdamaian dunia menunjuk melaksanakan agenda penunjukan Duta Publisitas HWPL & Upacara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU), yang diselenggarakan oleh Budaya Surgawi, Perdamaian Dunia, Pemulihan Terang (HWPL) diadakan online, Sabtu (29/1/2022) lalu.

Sedikitnya, 32 peserta mengikuti acara tersebut, termasuk 16 profesional media dari Asia dan staf Departemen Humas HWPL.
Perlu diketahui bahwa, HWPL adalah singkatan dari Budaya Surgawi, Perdamaian Dunia, Pemulihan Terang, ini adalah LSM perdamaian internasional berbasis di Korea yang terdaftar di bawah DGC PBB dan ECOSOC PBB.
Sejak 2013, organisasi tersebut telah berkomitmen pada berbagai kegiatan perdamaian untuk perdamaian dunia dan penghentian perang. Ke-12 cabang HWPL bekerja sama dengan media dari total 197 negara.
Diantaranya, terdapat 176 duta publisitas dari 69 negara, 23 media dari 20 negara juga telah menandatangani MOU dengan HWPL (per Desember 2021) lalu.
Duta Publisitas HWPL adalah tokoh masyarakat yang berusaha untuk menghentikan perang dan berdamai melalui daerah masing-masing. Sehingga, mereka dapat meninggalkan perdamaian warisan abadi untuk generasi mendatang.
Secara khusus, duta media berperan dalam menyebarkan berita tentang inisiatif perdamaian termasuk hukum perdamaian, pendidikan kerukunan umat beragama dan perdamaian serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan perdamaian.
Tidak hanya perusahaan media yang menandatangani MOU dengan HWPL melaporkan berita tentang inisiatif tersebut, mereka juga secara aktif berkolaborasi dalam menyelenggarakan acara.
Alice Kim, General Manager Asia Public Relation Department di HWPL, mengatakan tujuan dari upacara penunjukan ini adalah untuk lebih memperluas pengaruh dalam penyebaran budaya damai di negara-negara Asia melalui penunjukan duta publisitas dan penandatanganan MOU.
Setelah berkolaborasi dengan HWPL selama 6 tahun sebagai Duta Publisitas, Piya Ratja Maharjan, Presiden Track Nepal, menyampaikan, sebagai bagian dari duta publisitas, melayani publik di garis depan dan membawa perdamaian di seluruh dunia.
"Saya berharap duta publisitas yang baru diangkat akan mengikuti, dan kita dapat bergandengan tangan bersama dan membuat perdamaian dunia selamanya," ungkap Alice Kim.
Adapun puncak acara ini, adalah penunjukan 15 Duta Humas HWPL (Indonesia 5, Nepal 2, Filipina 8) dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan 7 organisasi media (Nepal 2, Filipina 4, Taiwan 1).
Bersatu dalam satu suara, mereka menyatakan pesan komitmen, “Saya, sebagai jurnalis perdamaian, akan memimpin dalam menyampaikan lebih banyak berita perdamaian kepada masyarakat sipil," kata Alice Kim.
Vinson Concepcion, Manajer Pusat Informasi Badan Informasi Filipina - Bulacan, menyatakan resolusinya sebagai Duta Besar Publisitas HWPL yang baru diangkat, yakinlah bahwa akan memberikan semua dukungan, komitmen untuk advokasi dan bekerja sama untuk mencapai perdamaian berkelanjutan dan menginformasikan orang-orang, bahwa perdamaian dapat dicapai melalui kolaborasi sektor terutama media untuk menjangkau lebih banyak dan menjadi bagian dari keluarga perdamaian kita.
Rana Setiawan, jurnalis Mina News dari Indonesia, menyampaikan visinya sebagai Duta Humas HWPL yang baru dilantik, peran strategis media adalah menciptakan berita yang menjunjung perdamaian untuk mampu membawa perubahan perilaku masyarakat ke arah yang positif dan mengatasi tantangan nasional dan global yang disebabkan oleh kebencian, konflik, kesalahpahaman.

"Termasuk kurangnya komunikasi, terutama di tengah pandemi yang sedang berlangsung ini dan di masa depan. Bersama HWPL, mari kita ciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan," kata Rana Setiawan.
Dalam pidato ucapan selamatnya, Jeong Hoi Hyeon, Kepala Cabang Seoul Selatan dan Cabang Gyeonggi dari HWPL, memohon kepada Duta Besar Publisitas yang baru diangkat untuk bergandengan tangan dalam pekerjaan perdamaian ini.
“Semua hasil dari inisiatif kami, yaitu undang-undang perdamaian, pendidikan kerukunan dan perdamaian antaragama, kami titipkan ke tangan Anda," harap Jeong Hoi.
"Semoga Anda terus menyebarkan hasil baik dari pekerjaan perdamaian ini sampai saatnya tiba bahwa kita telah mencapai perdamaian berkelanjutan untuk generasi masa depan kita," tandasnya. (HWPL/*)