
Selasa 30 September 2025
BALIKPAPAN- Proses seleksi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2025-2028 memasuki tahap akhir.
Setelah melalui tes pengetahuan umum berbasis CAT dan psikotes, kini 43 peserta mengikuti tahapan wawancara yang berlangsung selama dua hari, mulai Selasa, 30 September 2025, di Hotel Astara Balikpapan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa hasil dari tiga tahapan seleksi tersebut akan digabungkan untuk menentukan 17 peserta terbaik.
"Dari 43 peserta, akan tersaring menjadi 17 orang ditambah empat calon incumbent, sehingga total 21 nama yang akan kami ajukan ke DPRD untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test),” ungkap Faisal kepada Harian Jurnal.
Dari 21 nama tersebut, DPRD Kaltim akan menyeleksi kembali hingga terpilih tujuh komisioner definitif dan tujuh calon cadangan.
"Yang paling penting adalah kemampuan mereka bekerja sama dalam tim. KPID bukan tempat kerja individu, tapi lembaga kolektif yang harus profesional dalam mengawasi penyiaran agar menghasilkan siaran berkualitas untuk masyarakat,” tambahnya.
Seleksi ini telah berlangsung sejak empat bulan lalu dengan jumlah pendaftar awal lebih dari 50 orang. Setelah seleksi administrasi, tersisa 47 peserta, termasuk empat incumbent yang tidak melalui wawancara dan langsung diserahkan ke DPRD.
Adapun nama-nama peserta yang lolos seleksi akan diumumkan pada 15 Oktober 2025 mendatang setelah rapat final tim seleksi.
Menurutnya, KPID ini harus bisa berkolaborasi karena itu sangat penting. Komisi Penyiaran maupun Komisi Informasi itu harus bekerja sama, sebagai kuncinya.
"Tidak bisa sendiri-sendiri nanti pecah. Jadi harus sama-sama mencapai tujuan organisasi," ucap Faisal.
Melalui seleksi wawancara ini, tim seleksi ingin mengetahui seberapa besar pengetahuannya terhadap penyiaran terutama regulasi penyiaran, organisasi KPID, pengetahuannya terhadap daerah dan paling penting adalah bagaimana bisa bekerja sama sebagai sebuah tim bukan sendiri-sendiri.
"Ini mau pilihnya sebuah tim yang harus bisa bekerja sama dan saling melengkapi, untuk menjadikan KPID Kaltim menjadi lembaga yang baik, profesional dan bisa menjadi pengawas sehingga menghasilkan siaran-siaran yang bagus untuk keluarga, masyarakat Kaltim," tegasnya.
Salah satu peserta, Ismawardi dari Samarinda, mengaku optimis dapat lolos. Ia mengaku sudah mempersiapkan diri sejak satu tahun lalu.

"Saya sudah banyak belajar tentang seluk-beluk KPID, regulasi penyiaran, hingga teknis seleksi. Alhamdulillah, wawancara tadi berjalan lancar dan saya bisa menjawab pertanyaan dengan lugas,” ujarnya.
Ia menegaskan, bila terpilih, dirinya siap berkolaborasi dengan anggota lainnya.
*KPID harus solid. Kebijakan yang diambil nanti harus terukur dan sesuai kondisi di lapangan,” imbuhnya. (Ken/adv/DiskominfoKaltim/*)