Mahasiswa UT Bakal Masuk Skema Bantuan Gratispol

Jumat 4 Juli 2025

SAMARINDA - Angin segar bagi Mahasiswa studi di Universitas Terbuka (UT), kabarnya pemerintah provinsi Kalimantan Timur (pemprov Kaltim) bakal memasukkan dalam skema bantuan pendidikan gratispol.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menyampaikan hal tersebut dalam audiensi bersama jajaran UT Samarinda di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu, 2 Juli 2025.

 

Seno Aji Wakil Gubernur Kaltim. (Ay)

Audiensi ini dihadiri Direktur UT Samarinda Drs Rusna Ristasa, M.Pd, Manajer Marketing dan Registrasi Erwin, S.Kom., M.M., Manajer Tata Usaha Heri Indrawan, S.Kom., serta Ketua Ikatan Alumni UT Samarinda Achmad Huseini.

Wakil Gubernur Seno Aji, didampingi Pit Kadisdikbud Kaltim Armin dan Karo Kesra Setda Provinsi Kaltim Dasmiah.

Seno Aji mengapresiasi atas peran UT Samarinda yang telah memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kalimantan Timur, termasuk di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T).

Wagub menilai, UT Samarinda sebagai lembaga pendidikan tinggi inklusif mampu menjangkau masyarakat Kaltim yang berada di daerah-daerah sulit akses. Mahasiswa dan mahasiswinya adalah anak-anak Kaltim yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota.

"Pemerintah Provinsi Kaltim melalui program Gratispol telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp750 miliar untuk membantu pendidikan pelajar dan mahasiswa," ungkap Seno Aji.

Ia katakan, saat ini, UT Samarinda belum termasuk dalam penerima manfaat program tersebut karena alasan administratif.

Hal itu memungkinkan dikarenakan, alamat Universitas Terbuka yang tercatat di Dikti masih berada di Pondok Cabe, Jakarta.

"Sedangkan dalam peraturan gubernur, penerima Gratispol harus beralamat di Kalimantan Timur. Karena itu, kami meminta UT agar dapat memiliki alamat resmi di Kaltim," jelas Wagub Kaltim.

Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk segera mengakomodasi mahasiswa UT dalam skema Gratispol.

"Kami akan bicarakan secara mendalam dengan Pak Gubernur. Jika memungkinkan masuk dalam APBD Perubahan 2025, akan segera kita realisasikan. Jika tidak, maka akan kita anggarkan dalam APBD murni 2026," tuturnya.

Sementara itu, Direktur UT Samarinda Rusna Ristasa mengatakan, UT Kaltim memiliki dua kampus di Samarinda dan melayani sekitar 56 ribu mahasiswa yang tersebar di seluruh Kaltim. Tahun ini UT mencatat sekitar 9.000 pendaftar mahasiswa baru.

Saat ini, UT membuka pendaftaran setiap semester. Juga memiliki 42 sentra layanan di kabupaten dan kota, termasuk di kecamatan seperti Ujoh Bilang dan Datah Bilang, Mahakam Ulu.

Rusna menjelaskan, mahasiswa cukup mengakses layanan di wilayah masing-masing tanpa harus datang ke kampus utama.

*Mahasiswa UT di Kaltim dapat segera merasakan manfaat program Gratispol seperti halnya mahasiswa perguruan tinggi lainnya di Benua Etam," harap Rusna Ristasa.

BACA JUGA: https://harianjurnal.com/pemerintahan/8908-kip-kaltim-dorong-keterbukaan-informasi-di-bumd-dan-instansi-vertikal

Direktur UT Samarinda Rusna Ristasa menyampaikan terima kasih ke Wagub, telah memahami kondisi mahasiswa UT dan bersedia memperjuangkan agar mereka bisa masuk ke dalam program Gratispol.

Menurutnya, keberadaan UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh sangat relevan bagi daerah seperti Kalimantan Timur yang memiliki tantangan geografis cukup besar.

Baginya, audiensi ini menjadi momentum penting dalam penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang terjangkau, fleksibel, dan merata di seluruh pelosok Kaltim.

"Langkah ini akan mempercepat terwujudnya pemerataan pendidikan berkualitas di Kalimantan Timur. Kami ingin tidak ada lagi anak-anak Kaltim yang terhambat kuliahnya hanya karena soal biaya. Gratispol harus menyentuh semua, termasuk mahasiswa UT," tandas Wagub Seno Aji. (Adv/AK/DiskominfoKaltim/*)