Selasa 14 November 2023
BALIKPAPAN - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menggelar "Pembekalan SDM PKH" atau Sumber Daya Manusia dan Program Keluarga Harapan, di hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Selasa (14/11/2023).
Kegiatan ini dilaksanakan, terkait penanganan stunting dan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2), mengangkat tema, "mengoptimalkan peran SDM PKH dalam pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) serta penanganan dan pencegahan stunting peserta program keluarga harapan."
Kegiatan diikuti para pendamping PKH dan penanganan stunting dari kabupaten dan kota di Kaltim diantaranya, Balikpapan, Samarinda, kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara atau PPU. Dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 14-16 November.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan pembekalan SDM PKH Achmad Rasyidi mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pendamping dalam penanganan stunting di wilayah masing-masing.
Termasuk peningkatan teknis dan kemampuan pengetahuan pendamping, dan penyelesaian masalah penanganan stunting.
Kegiatan ini kuga dihadiri Dinas Kesehatan pemprov Kaltim, Kepala BKKBN Kaltim, Dinsos Kaltim serta Bappeda Kaltim.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kaltim Andi Muhammad Ishak, yang membuka acara sekaligus menyampaikan arahan, bahwa mengapresiasi pihak pendamping dari kabupaten dan kota menghadiri kegiatan ini.
Dia mengatakan, peran serta SDM PKH sangat penting dan strategis ditengah masyarakat PKH, Dan masyarakat perlu mendapat penanganan stunting.
"Semoga apa yang telah dilaksanakan dapat berjalan dengan baik, serra mendapat kekuatan dan kemudahan," harap Muhammad Ishak Kadinsos Kaltim.
Menurutnya, para pendamping telah memahami program PKH, selanjutnya dapat melaksanakan pendampingan terhadap, PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) adalah perseorangan, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan, atau gangguan, tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga memerlukan pelayanan sosial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam pembekalan ini juga nantinya akan membekali para pendamping untuk melaksanakan pendataan, verifikasi secara administratif bagi PPKS di wilayah masing-masing.
Dengan harapan, kemitraan dapat berjalan dengan melalui para pendamping dan pemerintah kabupaten dan kota, sehingga bantuan sosial dapat tepat sasaran.
Muhammad Ishak juga menilai, SDM PKH salah satu ujung tombak di lapangan, untuk melaksanakan pendataan, penyaluran bantuan, dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tepat sasaran.
Sesuai dengan tugas dan fungsinya, bilamana terdapat fungsi yang tidak maksimal maka diperlukan evaluasi, agar program dapat berjalan dengan baik.
Kemudian menyusun program kerja di wilayah masing-masing, dengan melaksanakan sosialisasi terkait pemberian bantuan PKH dan penanganan stunting.
Selain itu juga, para pendamping dapat melakukan pemetaan wilayah baik secara geografis maupun status sosial masyarakat
Muhammad Ishak menjelaskan, para pendamping juga perlu melakukan pemutakhiran data dan pemetaan PKH, serta memastikan penyaluran bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Kadinsos Kaltim menambahkan, para pendamping perlu melaksanakan sosialisasi kepada KPM PKH (Keluarga Penerima Manfaat, Program Keluarga Harapan) tidak berada dalam zona nyaman, sehingga ada graduasi (berakhirnya kepesertaan sebagai KPM PKH).
"Dapat memaksimalkan peran SDM PKH, adanya kolaborasi semua pihak, bisa berjalan terus melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Adanya kenaikan status PPKS secara mandiri dapat berkontribusi menggerakkan ekonomi keluarga," harap Muhammad Ishak, Kadinsos Kaltim.
Di acara ini juga dilakukan pemberian penghargaan bagi Pendamping terbaik pemprov Kaltim 2023, masing-masing SDM PKH adalah Eka Nur Qomariah dari Balikpapan, Sujiati Samarinda, Nonon Amalia Saribanon Kutai Kartanegara, Lulus Dwi Puspasari asal kabupaten Paser dan Ismail Marzuki, Penajam Paser Utara. (adv/aya/DiskominfoKaltim/*)