Komisi IV DPRD Kaltim Meminta Sarana dan Prasarana Sekolah Inklusi Terpenuhi

Sabtu 11 November 2023

SAMARINDA – DPRD Kaltim berkomitmen terus melakukan pengawasan dan mendukung pengembangan sekolah inklusi di Kaltim, sebagai wujud bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan layak.

Puji Setyowati Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati mengatakan penguatan sekolah inklusi mendorong terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana.

"Sekolah inklusi ini harus diperkuat, baik dari segi sarana prasarana maupun penyediaan alat-alat bagi anak-anak yang membutuhkan di dalam sekolahan itu," kata Puji.

Dia menjelaskan sekolah inklusi merupakan sekolah yang dapat menerima dan memberikan pelayanan Pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus antara lain autis, tunarungu, tunanetra, cacat fisik.

"Jika menunggu sekolah inklusi khusus itu dibangun dalam waktu yang lama, lebih baik sekolah inklusi yang ada ini kita perkuat dulu. Anak-anak ini kan tidak bisa menunda pendidikan mereka, karena pendidikan ini kan hari ini besok itu sudah berbeda," ujarnya.

Dalam waktu dekat Komisi IV DPRD Kaltim akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah inklusi di Samarinda untuk melihat kebutuhan apa saja yang belum terpenuhi dan melakukan inventarisasi untuk segera dipenuhi seusai kebutuhan.

Setelah melihat langsung kondisi sekolah inklusi , nanti pada saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, sebagai bahan untuk bisa memproses lebih lanjut pengembangan sekolah inklusi.

"Jangan sampai sekolahnya inklusi, tetapi penerapan pembelajaran masih reguler, sama saja. Malah hal itu tak ada gunanya," tegasnya, belum lama ini.

Menurutnya sekolah inklusi wajib menerapkan terpenuhinya guru pendamping, alat bantu, serta harus ada aksesibilitas yang memudahkan anak-anak berkebutuhan khusus itu.

Dia juga mengusulkan agar Universitas Mulawarman (Unmul) membuka jurusan khusus untuk menghasilkan tenaga-tenaga terapis dan guru-guru inklusi, mengingat kebutuhan akan tenaga-tenaga tersebut masih sangat kurang di Kaltim.

"Jadi memang untuk sementara ini, pengajar untuk sekolah khusus inklusi bagi disabilitas direkrut, sambil kita usulkan ke Unmul untuk membuka bidang studi tersendiri," kata Puji.

Ia berharap agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anak berkebutuhan khusus, agar mereka dapat berkembang dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

"Kaltim harus memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai bagi anak penyandang disabilitas, agar mereka bisa merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar," tandasnya. (Adv/DPRDKaltim/*)