
Rabu 25 Oktober 2023
SAMARINDA - Meski pabrik smelter Nikel PT Kalimantan Ferro Industri (KFI) yang didirikan pada tanggal 26 November 2021 lali, namun baru dapat diresmikan tahap pertama oleh Isran Noor Gubernur Provinsi Kalimatan Timur, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (19/9/2023) lalu.
Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, usai peresmian pabrik KFI di Sanga Sanga, mengatakan, beberapa catatan dan masukan agar KFI dapat mengutamakan tenaga kerja lokal.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kukar bersepakat akan melakukan edukasi dan pelatihan-pelatihan kepada warga setempat agar bisa bekerja di PT Kalimantan Ferro Industri, di wilayah operasinya.
"Disaat waktu bertemu dengan dirutnya, saya sudah sampaikan kalau perekrutan diutamakan tenaga lokal. Mereka merasa senang jika enam puluh persen tenaga lokal berasal dari Kalimantan Timur, dan mudahan-mudahan bisa tercapai," ungkap Seno Aji.
Senada Wakil Ketua I DPRD Kaltim Muhammad Samsun, bahwa pihkanya akan mengawal terus proses perekrutan tenaga kerja di PT Kalimantan Ferro Industri yang kini mulai beroperasi di Sanga Sanga, Kaltim.
Pihaknya akan melibatkan sepuluh ribu tenaga lokal, bekerja di KFI ini, dan akan terus dikawal dan monitor agar benar-benar terealisasi.
"Jika hal itu benar maka, dia akan menyambut baik, karena ada tranformasi ilmu dan etos kerja serta budaya. Semua itu akan bermanfaat," harapnya.
Samsun berharap, selain dilakukan monitor, mudah-mudahan terwujud.
Sementara, Gubernur Provinsi Kalimatan Timur didampingi Direktur Utama PT Kalimatan Ferro Industri Ardi Sumargo mengungkapkan tentang keberadaan pabrik itu adalah cita-cita masyarakat bangsa Indonesia, khususnya masyarakat yang ada di Kalimantan Timur, dan terlebih khusus lagi masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Sanga-Sanga.
"Ini cita-cita kita untuk membangun, mempercepat dan menyiapkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur lebih maju," ungkap Isran Noor.
Isran Noor mengatakan, pabrik nikel yang ada di Kelurahan Pendingin akan memproduksi sekitar lima juta ton di luar produksi baja, atau sekitar dua sampai tiga juta ton. Total produksi akan mencapai delapan juta ton.
"Bahan baku diambil dari dalam negeri dari wilayah timur Indonesia, seperti dari Sulawesi dan Maluku," ungkapnya.
"Namun tidak menutup kemungkinan jika dari luar negeri seperti dari negara Australia, karena menjual lebih murah, maka akan diambil untuk bahan baku pembuatan Nikel tersebut," jelasnya.
Dia katakan, kalau Australia mau jual dengan harga murah boleh saja, tapi kita lebih banyak dan siap dengan bahan baku untuk Nikel yang ada di Indonesia. Kualitasnya terbaik di seluruh dunia.
Disaat awal peletakan batu pertama pada tanggal 25 Januari 2022, PT. Kalimatan Ferro Industri (KFI) sekurangnya telah menggelontorkan dana investasi Rp 1700 tenaga lokal, yang telah bekerja di KFI.
"Dan perekrutan masih aktif meliputi enam Kelurahan dan dua Kecamatan," terang Gubernur Kaltim.
Untuk diketahui, sampai saat ini sudah merekrut tenaga lokal sekitaran Kecamatan Palaran dan Samarinda Kota.
Isran Noor menilai, jika pabrik nikel tersebut telah berproduksi maka akan menyerap tenaga kerja 10 ribu sampai 15 ribu. Sebagian besar adalah tenaga kerja lokal. Juga tenaga kerja yang di seluruh Indonesia.
Sehingga, tenaga kerja itu direkrut dari tenaga kerja lokal yang ada disekitar radius 10 Km di wilayah ini, dari kota Balikpapan dan dari seluruh Indonesia.
Demikian juga dikatakan Dirut PT Kalimantan Ferro Industri Ardi Margo bahwa, soal tenaga kerja lokal itu adalah jaminan perusahaan, karena sekarang sudah ada 1700 orang yang sudah bekerja. Dari 6 Kelurahan dan 2 Kecamatan.
"Perekrutan ini akan terus bertambah seperti itu, saya mohon doanya semoga 10 ribu tenaga lokal segera terwujud, ini adalah jaminan silakan dicek yang sudah bekerja memang 1700 orang," tandas Ardi Margo. (adv/DPRDKaltim/*)