Kamis, 18 Maret 2021
BALIKPAPAN-Sedikitnya 30 orang peserta, pelatihan "Potensi Pertolongan di Ketinggian," berhasil menyelesaikan rangkain kegiatan selama tiga hari, di BLK (Balai Latihan Kerja), di Sepinggan, Balikpapan, Kamis (18/3/2021).
Pelatihan dimulai, Selasa (16/3/2021), diikuti dari berbagai instansi dan lembaga serta relawan kemanusiaan. Diantaranya, BPBD Balikpapan, Polresta, Kodim, Banda, Relawan Garuda dan PMI Balikpapan serta TAGANA Balikpapan.
Penutupan kegiatan "Potensi Pertolongan di Ketinggian" dilaksanakan di Kantor BASARNAS Balikpapan, Kamis sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Melkianus Kotta menyampaikan, Terima kasih kepada peserta pelatihan, telah mengikuti kegiatan selama tiga hari, dan berjalan lancar.
Menurutnya, kegiatan telah dilaksanakan menjadi potensi diri masing-masing peserta, sebagai ilmu dan bekal dalam pelaksanaan pertolongan.
Ia berharap, agar pelatihan itu, tidak hanya sebatas pelatihan saja. Melainkan, dapat diasah, dan berkelanjutan. "Seiring dengan besarnya potensi bencana di tanah air akhir-akhir ini," ungkapnya dalam amanatnya, saat penutupan kegiatan pelatihan "Potensi Pertolongan di Ketinggian di BASARNAS Balikpapan.

Disaat pembukaan, Direktur Bina Tenaga Basarnas, Marsekal Pertama TNI Arif Widianto, S.A.B., M.Tr (Han) selaku Direktur Bina Tenaga Basarnas, turut hadir bersama dengan Walikota Balikpapan Rizal Effendi, di BLK Balikpapan, Selasa (16/3/2021).
"Dalam diklat pertolongan ini terbagi menjadi 7 model kasus berbeda, diantaranya pertolongan pada kondisi di gedung runtuh atau ketinggian gunung," ungkapnya.
Namun begitu, ia berharap usai pelatihan tersebut, kemampuan evakuasi tidak berhenti pada personel SAR semata. Melainkan juga ditularkan kepada masyarakat.
"Sehingga masyarakat umum pada gilirannya memiliki sinergitas dengan Basarnas dalam melaksanakan tugas-tugas SAR sesaat ada peristiwa bencana," urainya. (Ahmad Yani)