Kamis 16 MARET 2023
Selvilia Normadi, S.Pd
(Pemerhati Sosial)
Viral di media sosial, seorang siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur ngamuk bawa parang. Siswa tersebut tidak terima disuruh guru olahraga untuk push up.
Dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, Muhammad Kurniawan, kejadian tersebut terjadi pada Kamis lalu (23/2/2023) di SMK Negeri 5 Samarinda.
Siswa tersebut diketahui kelas XI jurusan penjualan yang saat itu sedang mata pelajaran olahraga. (Regional.kompas.com) Inilah potret generasi saat ini yang jauh dari pemahaman Islam. Kehidupan sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan membuat orang lebih muda emosi, tidak tau adab dan cenderung rusak.
Amalan sabar dan tidak tau adab terhadap guru dan lain sebagainya tidak ada lagi pada diri pemuda sekuler. Karakter generasi muda mudah emosi, tidak taat kepada Allah dan suka berbuat semaunya sendiri. Hal ini tidak lepas dari gagalnya sistem pendidikan sekuler yang merupakan bencana bagi kehidupan.
Generasi saat ini tidak mendapatkan pemahaman agama yang lengkap dan menyeluruh sejak kecil. Ilmu agama yang diajarkan seputar ibadah ritual seperti puasa, sholat dan lain-lain. Itu pun hanya sebatas pengetahuan, selanjutnya mau dilaksanakan atau tidak, tidak ada kebijakan penguasa dalam mengontrolnya.
Hanya diserahkan ke diri masing-masing tidak ada kaitannya antara keimanan dengan kewajiban untuk terikat dengan hukum syara. Tidak pula diajarkan cara beradab kepada guru dan lain-lain, padahal salah satu hal yang penting dalam menuntut ilmu adalah adab pada guru.
Ditambah saat ini sekularisme terus ditancapkan pada para pelajar melalui program modernisasi beragama, sehingga generasi makin jauh dari pemahaman agama yang benar. Pendidikan sekuler hanya mencetak generasi kering iman dan akhlak.
Berbeda dengan potret generasi muda dalam Islam yang memiliki kepribadian Islam. Islam memuliakan guru. Dalam sistem Islam, setiap individu sangat kuat keimanannya dan selalu berusaha untuk terikat pada hukum syara.
Ketika suatu aktivitas hukumnya wajib menurut Islam, maka seorang muslim melaksanakannya tanpa pikir panjang.
Keimanan yang kuat adalah benteng seseorang dalam menentukan aktivitasnya sebenarnya. Orang yang betul-betul paham agama akan terpancar adab yang mulia dari dirinya dan akan tahu bagaimana memuliakan guru dalam menuntut ilmu.
Anak-anak dalam sistem Islam diajarkan oleh orang tua, terutama ibu yang berperan sebagai ummu wa rabbatul bait (ibu dan pengatur rumah tangga) tentang dasar-dasar Islam seperti akidah dan adab termasuk adab kepada guru.
Selain keluarga, masyarakat dalam Islam juga turut serta mengontrol keimanan seseorang dengan melakukan amar ma'ruf nahi mungkar, yang akan menasehati bahkan menegur kalau ada anak yang bermaksiat dan berperilaku tidak terpuji pada gurunya.
Allah SWT berfirman: “Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah SWT.
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (Ali Imran:110)
Dalam membentuk generasi kepribadian Islam juga diperlukan peran negara. Negara akan memanfaatkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam. Kebijakan penguasa sangat memuliakan guru.
Tujuan sistem pendidikan Islam yaitu untuk mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam serta unggul dalam ilmu lain dan teknologi. Sekolah bukan sebatas tempat buat transfer ilmu pengetahuan tapi tempat pembinaan dan pembentukan kepribadian Islam pada setiap individu.
Selain itu negara juga bakal mengontrol media yang beredar di masyarakat. Negara akan membuang jauh-jauh konten yang merusak generasi seperti tontonan atau hiburan yang berbau kekerasan, penganiayaan dan gaya hidup bebas.
Media yang ada untuk mencerdaskan dan mendorong rakyat semakin taat kepada Allah.
Dengan demikian bencana kerusakan moral generasi tidak akan terjadi. Namun hal ini diperlukan penerapan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh).
Maha benar Allah dengan segala syariatnya karena hanya syariat Islam yang mampu menuntaskan sekaligus memberi solusi atas semua masalah manusia termasuk menyelesaikan dan pencegahan kerusakan moral generasi.