Penjajahan Barat di Balik Narasi Moderasi Beragama

Jumat, 27 JANUARI 2023

Oleh Febriyanti Suleman, S.Pd

Narasi moderasi beragama kini lebih digencarkan dan didengungkan hingga di dunia pendidikan. semakin suksesnya dan terampil dalam menunjukkan jati diri atas nama kerukunan umat beragama.

Begitu loyalnya memeriahkan dan turut andil dalam menggencarkan moderasi beragama.

UINSI Samarinda berhasil meraih Juara Harapan II dalam Lomba Fashion Show Kebaya Nasional Lintas Agama dalam rangka Hari Kerukunan Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Perlita (Perempuan Lintas Agama), Kementerian Agama Prov. Kalimantan Timur, Forum Kerukunan Ummat Beragama Prov. Kalimantan Timur, dan HKN Kaltim di Aula Siskohat Lt. Mm2 Kanwil Kemenag Prov. Kaltim. Rabu (11/1/2023).

Kegiatan inipun disambut meriah oleh warga dan lembaga-lembaga di beberapa derah lainnya seprovinsi Kalimantan Timur. Seperti di Balikpapan ada sekitar kurang dari lima ribu warga Balikpapan mengikuti kegiatan Jalan Sehat Kerukunan.

Telah dilaksanakan oleh Kementrian Agama Kota Balikpapan dalam rangka Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-77 pada hari sabtu tanggal 14 Januari 2023 di Lapangan Merdeka Balikpapan.

Hal ini sebagai wujud toleransi dan kegiatan Jalan Sehat Kerukunan sekaligus dirangkaikan dengan Deklarasi Umat Beragama dengan tema Harmoni Merajut Kerukunan Umat untuk Indonesia.

Bontang sendiri dalam upacara Hari Amal Bakti ke-77, berbagai penghargaan diberikan karena upacara tersebut terasa unik dengan adanya peserta upacara yang hadir menggunakan pakaian adat nusantara, diikuti oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Bontang.

Baju adapun dimeriahkan pada saat apel pagi di jajaran pegawai dan organisasi masyarakat Sangatta, Paser, Berau. Hingga ada postingan para guru dengan mengenakan baju adat kebaya di MIN dengan bangganya saat menggunakan baju adat tersebut.

Bahaya Moderasi

Moderasi bukan berasal dari Islam dan menyerang syariat Islam. Moderasi bagian dari upaya penjajah Barat untuk menjauhkan agama dan syariah Islam dari pemuda Islam. Penghargaan diberikan agar umat semakin kabur dengan syariat Islam menjadi toleran dan moderat ala Barat.

Membuat umat takut terhadap identitasnya sendiri pada Islam dan agar umat takut akan syariah Islam. Menganggap biang permasalahan dan perpecahan seolah-olah karena adanya kelompok Islam dan seruan pada syariah Islam.

Tidak nyambung antara seruan pada syariah Islam dengan moderasi beragama yang mengharuskan untuk saling ajak berdamai dan kerukunan. Padahal masalah terjadinya bukan karena Islamnya dan dakwah Islam.

Melainkan arus liberalisme yang menganut paham kebebasan hingga begitu maraknya kasus pembunuhan, perzinahan, pemerkosaan, korupsi, dan lain-lain.

Permasalahan kehidupan sering muncul diakibatkan karena penerapan sistem sekuler kapitalisme yang menjadikan umat semakin tidak takut pada Tuhannya dan jauh dari agama.

Karena agama hanya dianggap sebatas pada perkara urusan ibadah, namun jika urusan pergaulan, sosial, hukum, ekonomi dan negara tidak boleh ada campur tangan agama atau Tuhan dalam mengatur kehidupan manusia.

Rand Corporation dalam Building Moderate Muslim Networks menjelaskan, Moderasi Beragama (jalan tengah) yang dimaksud adalah Islam sekuler, yang mau menerima nilai-nilai Barat (demokrasi, HAM, termasuk kesetaraan gender dan kebebasan beragama, liberalisme, dan isme-isme lainnya), mau berkompromi dan tidak menentang impereasilme (penjajahan Barat).

Artinya adalah Islam yang ramah dan bisa jadi mitra Barat. Sebaliknya, menentang Islam yang mereka labeli radikal. Maka hal ini bahaya bagi akidah umat muslim. Karena moderasi beragama adalah narasi yang dibuat barat untuk menghancurkan umat Islam.

Agar mereka menerima paham sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan, pluralisme (menganggap semua agama sama), liberalisme (kebebasan) dalam segala hal. Baik itu pergaulan bebas, berekonomi, bertingkah laku bersikap membuka aurat sekalipun secara bebas, berciuman, berpelukan hingga perzinahan dan lain-lain.

Terutama menjadikan umat bersikap anti terhadap identitas Islam sendiri bahkan menolak syariat Islam. Dan menganggap syariat kaffah adalah sesuatu yang ekstrim dan intoleran.

Sementara hal ini bertentangan dengan akidah Islam bahwa Allah berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 3: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.

"Selamatkan Pemuda dengan Islam

Profil dan potensi pemuda untuk merubah dunia dialihkan dengan berbagai program pemberdayaan pemuda Islam. Sehingga pemuda Islam dihalangi untuk memperjuangkan kondisi negeri ini yang kian terpuruk dan rusak.

Seolah pemuda Islam hanya cukup bermodal Islam KTP tetapi tidak paham dengan ajaran Islamnya secara menyeluruh dan tidak yakin akan kebenaran Islam. Sejatinya Barat merasa takut akan kebangkitan Islam.

Sehingga dengan berbagai upaya strategi yang digunakan barat untuk merusak pemuda Islam dengan cara menyamarkan paham-paham bertentangan dengan Islam.

Biar terkesan islami dan sesuai dengan Islam seperti memprintilkan ayat tentang ummat wasathan berarti umat yang adil, berada di tengah-tengah, tidak keras.

Padahal penggalan ayat di dalam QS. Al-Baqarah ayat 143 adalah argumentasi yang sangat dipaksakan dalam menerima ide moderasi beragama. Para ulama terdahulu dalam tafsirnya, ummatan wasathan itu bermakna umat pilihan atau umat terbaik.

Menurut Imam ath-Thabary kata wasath dengan khiyar artinya terbaik dan pilihan tidak bisa dilepaskan dengan risalah Islam yang diberikan kepada mereka. Abu Said al-Khudri r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: “Al-Wasath adalah al-'adlu (adil).” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ahmad)

Adapun menurut Ibnu Katsir, bahwa Allah telah menjadikan umat ini sebagai ummah wasath, dengan memberikan pengkhususan dan keistimewaan pada mereka berupa syariat paling sempurna.

Tuntunannya yang lurus, serta thariqahnya (jalannya) yang paling jelas. Status ini sangat ideal jika digunakan untuk mengemban (menjalankan) risalah tersebut, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran [3]: 110)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ummat (an) washat (an) bermakna umat yang adil dengan menegakkan risalah (ajaran) Islam.

Sesungguhnya justru dari moderasi beragama akan membuat umat muslim terpecah belah dan tercerai berai melalui kotak-kotak antar bangsa dengan memunculkan Islam Nusantara dan Islam tidak lagi menjadi satu antara Islam di Arab, Turki, Palestina, Afganistan, India, Indonesia dan negeri-negeri lainnya. Sehingga ajaran Islam menjadi kabur dalam pandangan umat Islam.

Sebagaimana peringatan Allah dalam QS At-Taubah ayat 32 yakni, "Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” Wallahu'alam bishowab