Sabtu, 21 JANUARI 2023
Oleh : Handayani
(Aktivis Muslimah)
Lagi-lagi dunia jagat Maya dihebohkan dengan sosok Remaja asal Gorontalo bernama lengkap Fajar Labatjo yang lahir di tahun 2007.
Ia adalah seorang remaja yg viral akhir-akhir ini karena unggahan video di TikTok yang menampilkan dirinya menangis tersedu-sedu karena patah hati lantaran perempuan pujaan hatinya pergi menjauh, dilansir dari salah satu media di Bangka, Selasa (27/12/2022).
Didalam video viralnya, Fajar kerap menangis menceritakan kisah cintanya. Aksi fajar ini menua banyak komentar dan respon dari warga net, hingga Ia di juluki fajar sadboy. Remaja ini pun kerap di undang ke berbagai stasiun televisi, podcast dan konten youtube tanah air. Kisah cinta sedih remaja yang membuat Fajar viral lantas dijadikan konten.
Sayangnya, para konten kreator ini hanya membahas kisah cinta dan latar belakang keluarga fajar tanpa menggali lebih dalam kenapa lahir sosok remaja yang memiliki mental rapuh lantaran di tinggal kekasih hatinya.
Tidak membahas dari aspek agama dan akibat yang ditimbulkan bagi pemuda lainnya melihat fenomena fajar sadboy ini.
Lebih parahnya, para kreator hanya menjadikannya sebagai bahan konten untuk menaikkan popularitas dan menambah cuang masuk ke ATM mereka.
Padahal seharusnya acara TV dan konten tersebut bisa mengedukasi fajar dan pemuda diluar sana.
Fenomena remaja seperti fajar ini nyatanya banyak di alami oleh remaja lainnya yang putus cinta hingga membuat mereka stres, depresi, hingga ada beberapa yg rela mengakhiri hidupnya.
Kurangnya pemahaman terhadap agama serta mudahnya mereka terbawa arus pergaulan, membuat cara berpikir remaja bersandar pada perasaan semata. Dampaknya, kondisi psikis mereka mudah rapuh meski secara fisik berada pada usia produktif.
Miris, gambaran remaja Hari ini yg krisis jati diri tidak terlepas dari peranan keluarga, lingkungan bahkan pemerintah bertanggung jawab atas fenomena pemuda yang banyak kehilangan jati diri mereka.
Sistem hari ini yang sekuler merusak dan menggerus potensi pemuda yang akhirnya disibukkan oleh aktivitas duniawi seperti ingin terkenal, punya banyak uang, hidup hedonis, dan pergaulan bebas tanpa batasan lagi.
Rusaknya pemuda hari ini bisa dari keluarga sendiri yg tidak menanamkan nilai agama sejak dini. Jangankan anaknya orangtuanya pun sibuk dengan urusan mereka hingga mengabaikan anak mereka.
Dari segi lingkungan, para pemuda dibentuk memiliki sifat liberal dengan pergaulan bebas dan kontrol masyarakat yang minim. Begitupun dengan pemerintah yang tampak abai dan tidak tegas memperbaiki serta mengurus permasalahan pemuda yang rusak.
Bisa dilihat dari banyaknya pemuda yg viral di sosial media seperti fajar sadboy, intan, Alif cepmek, Jeje dkk. viralnya pun bukan hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat tapi pada hal-hal sepele bahkan sampai menjerumuskan pemuda lainnya.
Seharusnya, negara bisa mempersiapkan masa produktif remaja dengan melibatkan pihak sekolah, keluarga, masyarakat, dan para remaja itu sendiri. Negara bersama institusi pendidikan dapat menyusun kurikulum yang berbasis pada pembentukan karakter dan penguatan mental remaja.
Pencarian jati diri dimulai dari sejak dini dengan menanamkan akidah yg kuat pada generasi muda, karena akidah ibarat akar pohon.
Jika akarnya kuat maka pohonnya akan kuat, walaupun diterpa guncangan dan badai yg hebat.
sehingga masa produktif para pemuda bisa digunakan untuk kemaslahatan ummat bukan untuk masalah sepele seperti fenomena fajar sadboy tadi.
Begitupun sistem perekonomiannya harus mendukung kemajuan pendidikan memberikan hak belajar bagi seluruh masyarakat serta sarana dan prasarana yang menunjang.
Dengan sistem perekonomian yang benar juga akan mampu mensejahterakan rakyatnya dan mampu membentuk keluarga yang kokoh.
Permasalahan Krisis jati diri pada pemuda bangsa ini nyatanya tidak bisa diselesaikan oleh sistem kapitalisme sekularisme justru sistem ini yang memperparah keadaan dan kondisi masyarakat hari ini.
Kerusakan yang terjadi hingga detik ini cakupannya sistemik dari segala lini, maka penyelesaian permasalahannya pun harus solutif dapat memperbaikinya dengan tepat dan benar.
Butuh sistem pemerintahan sahih yang lahir dari Islam yaitu khilafah Islamiyyah yang pernah menjadi negara adidaya selama kurang lebih 13 abad lamanya dengan penerapan sistem pemerintahan berbasis Islam.
Khilafah pernah menjadi mercusuar dunia contoh bagi negara-negara yg lain seperti pemerintahan, budaya, pendidikan , perekonomian, kesehatan dan mampu melahirkan para cendekiawan dan ilmuwan yg ilmunya menjadi terobosan teknologi hari ini.
Sistem pendidikan Islam membentuk karakter remaja yang kuat.
Negara berperan penting dalam merumuskan kurikulum yang membentuk kepribadian Islam pada remaja. Makanya, seluruh kurikulum pada usia sekolah senantiasa merujuk pada akidah Islam.
Sehingga lahirlah pemuda yg bukan hanya bertaqwa namun juga berjiwa pejuang. Sebagai contoh, sultan Muhammad al-Fatih di usia yang tidak beda jauh dengan fajar sadboy sudah menjadi penakluk Negara.
Sedangkan fajar sadboy saja tidak mampu menaklukkan seorang perempuan apalagi Negara. Hanya Islamlah satu-satunya harapan umat saat ini dengan tegaknya kembali khilafah Islamiyyah untuk menerapkan Sistem Islam secara kaffah.