Kamis, 15 SEPTEMBER 2022
Oleh : Nurmaningsih
(Pegiat Literasi)
Sontak jagad maya dibuat geger dengan adanya video penemuan gadis cantik, tewas menggenaskan disalah satu tempat permandian di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Yang dinyatakan sejak beberapa hari hilang oleh keluarga.
Dan tragisnya pelaku pembunuhan adalah pacarnya sendiri. Sebagaimana di berikatan oleh (detiksulsel, 13/09/22) Siswi SMA inisial M (17) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi korban mutilasi sadis yang dilakukan pacarnya sendiri inisial A (17).
Pelaku memotong kaki korban menggunakan batu pipih hingga terpisah dari badannya. Jasad korban korban pertama kali ditemukan pada Minggu (11/9) sekitar pukul 13.00 Wita, di balik batu di Sungai Biangloe, Kabupaten Bantaeng. Pelaku nekat memutilasi korban lantaran terbakar api cemburu.
Menurut AKBP Andi Kumara, aksi sadis pelaku bermula saat keduanya bertengkar. Sebelum melakukan mutilasi pelaku mencekik korban lalu memukul kepala korban menggunakan batu untuk memastikan korban sudah tewas.
Ia juga menjelaskan bahwa, jasad korban ditemukan oleh salah seorang pengunjung wisata permandian saat mencari tempat untuk buang air besar. Dia kemudian mencium aroma tidak sedap.
Selanjutnya pengunjung tersebut mencari sumber bau yang diciumnya dan menemukan potongan kaki korban yang terpisah dari tubuhnya. Pengunjung yang tak disebutkan namanya itu kemudian melapor ke petugas.
Dua bulan yang lalu juga terjadi kasus yang serupa, Seorang pria bernama Imam Sobari (32) di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ditangkap polisi atas kasus pembunuhan sadis terhadap pacarnya inisial K (24).
Imam menghabisi nyawa pacarnya dengan cara dimutilasi menjadi 11 bagian.
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengungkapkan Imam sebelumnya pernah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas kasus pemerkosaan hingga korban K hamil dan melahirkan anak. Namun Imam dinyatakan bebas setelah 6 tahun menjalani masa tahanan. (detiksulsel, 27/07/22).
Apa sebenarnya yang terjadi di negeri ini, kenapa tindakan kriminal, seperti pelecehan, pembunuhan, sampai mutilasi begitu marak terjadi?
Bila kita menelisik lebih dalam, maka kita akan jumpai penyebabnya, yaitu karena negeri ini dibalut oleh sistem kapitalisme yang berasaskan sekularisme-liberal.
Sehingga halal dan haram tidak lagi menjadi patokan standar hidup. Hidup semaunya dan bebas sebebas-bebasnya. Aturan syariat bukan lagi sesuatu yang urgent.
Kasus yang berulang ini, menjadi PR besar bagi negara atau pemimpin di negeri ini. Harusnya negara memberikan pengajaran serta pemahaman agama, menanam akidah yang kuat bagi setiap individu masyarakat, khususnya pada remaja atau generasi.
Agar memiliki kesadaran dalam diri, yaitu memiliki rasa takut kepada Allah jika melanggar syari'at-Nya. Dengan demikian, seseorang akan terpancar kepribadian Islamnya, berupa pola pikir dan tingkah laku yang baik.
Selain peran negara juga sangat dibutuhkan kerja sama antara orang tua dan masyarakat, untuk memahamkan kepada remaja tentang larangan mendekati zina, yah salah satunya dengan adanya aktivitas pacaran, bahwa sebenarnya pacaran itu haram.
Sebagaimana yang sudah Allah tegaskan dalam kitab-Nya, "Wa laa taqrabuz zinaa innahu kaana faahisyah, wa saa`asabiilaa." Artinya: Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk. (QS. Al Isra: 32)
Pacaran adalah salah satu aktivitas yang mendekati zina. Berdua-duan, berpegangan tangan, berciuman, bahkan sekadar memandang namun disertai dengan syahwat.
Jika mendekatinya saja diharamkan Allah, apalagi perbuatan zina itu sendiri pasti sudah jelas keharamannya.
Allah SWT turunkan Islam untuk mengatur kehidupan manusia. Standar hidup dalam Islam adalah hukum syara.' Halal dan haram adalah tolak ukur kehidupan.
Ia merupakan rambu-rambu pencegahan terjadinya kemaksiatan dimuka bumi ini. Allah SWT juga telah mengancam pelaku pembunuhan yang disengaja dengan memasukkannya ke dalam neraka.
Sebagaimana Firman-Nya "Dan siapa saja yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja balasannya adalah neraka jahanam, dia kekal di dalamnya.
Allah murka kepadanya, mengutuk dia dan menyediakan baginya azab yang besar." (TQS. An Nisa: 93).
Begitulah Islam datang, dengan segala aturannya yang komprehensif, sebab hanya dengan islamlah satu-satunya solusi permasalahan hidup yang mampu memberikan efek jera bagi para pelaku kemaksiatan.
Dan hanya dengan islamlah yang mampu mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia, utamanya pada generasi untuk mencetak peradaban islam. "Wallahu A'lam Bisshowab"