Berharap Restu Walikota, Jadi Calon Ketua KONI Balikpapan

Rabu, 9 MARET 2022

Berebut Restu Walikota, Untuk Calon Ketua Koni Balikpapan

Oleh, Hery Sunaryo

Bimpres Cabor Wushu Balikpapan.

Jelang Musyawarah Cabang (Muscab) KONI Balikpapan, rencana diselenggarakan pada Mei 2022 mendatang, menjadi momen penting untuk memberi catatan atau saran masukan kepada masyarakat olah raga di Balikpapan, khususnya para ketua Cabor, agar berhati-hati atau selektif dalam memberikan dukungan atau pilihannya terhadap calon kandidat ketua Umum KONI Balikpapan.

HERI SOENARYO Bimpres Cabor Wushu Balikpapan

Ada kriteria seperti apa yang ideal dapat memimpin KONI Balikpapan kedepan, salah satu tugas yang masih harus diemban Ketua Umum KONI Balikpapan di masa mendatang adalah menjembatani atau menjaga harmonisasi antara kepentingan masyarakat olahraga di Balikpapan dengan kepentingan kebijakan pemerintah kota Balikpapan.

Karena sampai dengan saat ini sumber anggaran Koni Balikpapan dalam membiayai kebutuhan masyarakat olah raga di Balikpapan khususnya para Pengurus, Pelatih dan Atlet Cabor, satu - satunya bersumber dari APBD Kota Balikpapan. Bilamana, tanpa support dukungan politik anggaran dari pemerintah kota Balikpapan, tentu Koni akan mengalami berbagai kendala didalam menjalankan program kerja roda organisasi kedepannya.

Hal ini sudah dirasakan oleh Para pelatih dan Atlet di Balikpapan, beberapa tahun terakhir anggaran olah raga yang digelontorkan pemerintah kota Balikpapan tidak berbanding lurus dengan kebutuhan pembinaan Atlet dan Pelatih yang selama ini telah menorehkan berbagai prestasi.

Sehingga kedepan dibutuhkan koordinasi yang baik antara pengurus Koni Balikpapan dengan Pemerintah Kota. bahwa, masih banyak persoalan serius didalam menjalankan tugas dan fungsi roda organisasi Koni sebagai induk masyarakat olahraga di kota ini.

Beberapa contoh persoalan yang terjadi selama ini semisal, Pembinaan olahraga di Balikpapan belum terarah secara baik, kemudian masih terbatasnya sarana dan prasarana olahraga di kota Balikpapan, masih sulitnya pemanfaatan fasilitas olahraga karena masih terbatas.

Kami menjadi pengurus salah satu cabang olah raga di Balikpapan, bahwa masalah sarana dan infrastruktur yang kurang memadai menjadi faktor pendorong mengapa harmonisasi dalam membangun komunikasi dukungan pemerintah Kota menjadi sangat penting.

Terlebih saat pengurus para cabor akan melakukan berbagai kegiatan pertandingan baik berskala lokal maupun Nasional atau Internasional, tentu dukungan pemerintah kota sangatlah dibutuhkan.

Kurangnya gedung indoor olahraga dan juga kualitas peralatan latihan di lapangan, ini juga merupakan contoh permasalahan yang kedepan perlu harmonisasi komunikasi yang baik terhadap pemerintah kota Balikpapan.

Sampai dengan hari ini, profesi sebagai pelatih atau Atlet belum banyak diminati oleh warga masyarakat, atau belum menjadi pilihan bagi kebanyakan orang, hal ini dikarenakan banyak anggapan bahwa tidak ada jaminan masa depan purna prestasi bagi para Atlet atau Olahragawan di kota ini.

Penghargaan - penghargaan yang diterima para atlet hanya sebatas simbolik, selepas itu tidak ada perhatian serius oleh Koni untuk mendorong peningkatan pembinaan para atlet yang berprestasi secara profesional agar memiliki masa depan yang baik.

Tenaga keolahragaan di kota Balikpapan pun masih dianggap belum memenuhi standar baik secara kuantitas maupun kualitas.

Belum lagi, persepsi olahraga yang masih dianggap bukan investasi terbaik di kota Balikpapan, karena masih butuh pembinaan manajemen pengelolaan pengurus cabor agar dapat terpenuhinya kriteria profesional.

Profesi atlet oleh anak muda dianggap belum menjanjikan masa depan yang baik, sehingga Kekhawatiran akan jaminan masa depan, juga menjadi masalah serius dalam melakukan pembinaan pelatih dan atlet.

Sesungguhnya beberapa persoalan diatas adalah hal yang sangat penting, untuk difahami para calon ketua Koni Balikpapan, bagaimana mencukupi kebutuhan masyarakat olah raga melalui ajang prestasi, untuk memajukan olah raga di Balikpapan.

Sehingga selain mendorong harmonisasi Koni terhadap arah kebijakan pemerintah kota, juga dibutuhkan pemikiran terobosan yang signifikan oleh para calon ketua Koni Balikpapan, nantinya tentu yang diidamkan adalah sosok calon ketua yang punya kompetensi track record dibidang olahraga.

Ia juga harus mempunyai itikad untuk mengharmonisasikan antara Pengurus Cabor, KONI dan Pemerintah Kota Balikpapan. (**)