Kamis, 14 OKTOBER 2021
Oleh: Kristi Widyastuti
(Pemerhati sosial)
Suksesnya kemajuan pembangunan daerah tidak dapat lepas dari peran Majelis Ulama Indonesia (MUI). Oleh karena itu pemerintah daerah tengah melakukan kerjasama dengan MUI yang berkelanjutan diberbagai bidang.
Dalam kunjungan dan silaturahmi pengurus harian dan dewan pertimbangan MUI Kaltim di rumah Dinas wagub Kaltim di Jalan Milono, Samarinda.
Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menyampaikan bahwa MUI adalah bagian penting dalam pembangunan daerah, sehingga perlu ada sinergitas antara MUI dan Pemerintah. Rabu (6/10/2021).
Hadi juga menyampaikan banyak hal yang sudah dilakukan MUI Kaltim dalam mendukung kemajuan pembangunan daerah salah satunya adalah program vaksinasi covid 19 baik bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah.
Oleh karena itu, Pemprov sangat mengapresiasi seluruh kontribusi MUI dalam mendukung kesehatan masyarakat di tengah covid-19 (https://kaltimprov.go.id/berita/mui-bagian-penting-dalam-pembangunan-daerah). Disamping itu juga dalam kunjungan MUI di rumah Dinas Wagub Hadi juga menyampaikan bahwa pendapat MUI sangat diperlukan agar menjadi penengah atau penyeimbang keberagaman umat beragama.
Disampaikan Hadi bahwa pentingnya keberadaan MUI di tengah masyarakat guna mendukung kemajuan pembangunan daerah apalagi Kaltim ditetapkan sebagai IKN baru, untuk itu kerjasama antara MUI dan Pemerintah akan tetap berlanjut dan berkesinambungan hingga tahun-tahun mendatang (https://rri.co.id/samarinda/kaltim/daerah/1216444/mui-sebagai-penengah-perbedaan-pendapat-antar-umat-beragama).
Sementara disisi lain Muhammadiyah Kota Balikpapan bersama DPRD Balikpapan menyelenggarakan vaksinasi covid 19 lintas agama untuk warga kecamatan Balikpapan Tengah.
Ketua Muhammadiyah kota Balikpapan Drs. Muhammad Hendro menyampaikan kegiatan vaksinasi lintas agama yang digelar di Kelurahan Sumber Rejo bertujuan untuk mempererat hubungan dan toleransi umat beragama serta menjalin kerukunan.
Ditengah kegiatan Vaksinasi Mewakili Walikota Balikpapan Andi Sri Juliarti mengajak masyarakat untuk mendoakan saudara dan keluarga yang masih sakit agar dapat sehat dan beraktifitas kembali (https://kaltim.tribunnews.com/2021/10/07/dprd-balikpapan-bersama-muhammadiyah-vaksinasi-covid-19-lintas-agama).
Dapat dilihat disini peran MUI dan Ormas Islam seperti Muhammadiyah dalam mendukung moderasi beragama dengan toleransi (kerukunan) antar umat beragama yang menghalalkan pluralisme.
Tak heran jika keberadaan Ormas Islam saat ini telah terbawa arus moderasi dimana pemikiran, pemahaman, dan ideologinya disesuaikan dengan peradaban modern ala Barat.
Padal hal tersebut sangat bertentangan dengan fatwa MUI tentang haramnya pluralisme, liberalisme dan sekulerisme di Indonesia pada tahun 2005.
Ormas Islam yang berideologi ala Barat sangat berbahaya karena akan menyebarkan pemahaman yang salah terhadap masyarakat. Hal ini tentu menyebabkan rakyat akan semakin jauh dari pemahaman Islam yang kaffah.
Di sisi lain, Ormas Islam moderat ini juga dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dengan sengaja mereka memanfaatkan Ormas Islam demi mendapatkan kekuasaan baik di parlemen maupun di pemerintahan. Hal demikian akan terus terjadi selama ormas tersebut masih mengemban ideologi selain Islam.
Fungsi Ormas Islam di tengah masyarakat seharusnya adalah sebagai tempat penyalur aspirasi rakyat kepada pemerintah. Tak hanya itu Ormas Islam juga berperan melakukan muhasabah atau mengkritisi penguasa apabila melanggar aturan syariat Islam.
Keberadaannya dapat merangkul dan mendengarkan suara umat. Untuk itu, peran MUI dan Ormas Islam seharusnya adalah mendakwahkan Islam Kaffah, menguatkan akidah umat dan mengkritisi penguasa agar meriayah umat dengan syariat islam.
Makan jelaslah, mengambil hukum yang bukan bersumber dari Al Quran dan As Sunnah adalah haram begitu pula moderasi yang mana pemahaman ini berasal dari Barat dan hal ini sangat bertentangan dengan syariat islam.
Sudah selakyaknya umat Islam dapat memilih Ormas Islam yang sesuai dengan tuntunan dan kaidah syariat Islam kaffah, yang dapat mengantarkan umat menuju kejayaan Islam yang rahmatan lilallamin. Wallahua'lam. (**)