Kamis, 1 April 2021
Rahmi Surainah, M.Pd
Amuni Pascasarjana Unlam
Islam moderat sejak beberapa tahun terakhir menjadi sangat populer. Islam moderat digencarkan oleh semua kalangan, dianggap sebagai kebutuhan umat dan mendesak untuk bangsa hari ini. Digencarkan Islam moderat bisa dilihat dari kinerja Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Menag mengintruksikan percepatan implementasi moderasi beragama dalam berbagai program Kementerian Agama (kemenag.go.id, 17/2/2021)
Sebagai salah satu komitmen Presiden Joko Widodo, Menag menyampaikan bahwa Presiden meminta agar dilakukan program besar-besaran perihal moderasi beragama ini, terutama di lembaga pendidikan dan rumah ibadah.
“Presiden mengarahkan moderasi beragama dijabarkan dalam sub-subtema ceramah, khotbah, maupun materi pendidikan keagamaan,” katanya.
Dia optimis di tahun 2021 program-program tersebut sudah dapat dijalankan di semua lini. Tak ketinggalan Menag juga mengajak para pemuda memanfaatkan dan memaksimalkan keberadaan medsos untuk menyiarkan moderasi beragama dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Antaranews.co, 12/3/2021)
Moderasi agama menjadi program prioritas Kemenag periode 2020-2024. Dalam mewujudkan misi besar itu, Kemenag telah melakukan berbagai upaya.
Seperti pembaruan buku-buku ajar, pembinaan penceramah berwawasan kebangsaan, sertifikasi dai, pembentukan Pokja Moderasi Beragama, penyusunan buku Moderasi Beragama, pendirian Rumah Moderasi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dst yang berhubungan dengan aspek penguatan moderasi beragama melawan radikalisme dan terorisme.
Islam Moderat dari Barat Moderasi beragama dianggap sebagai model terbaik membangun kerukunan dalam keberagaman agama di negeri ini. Pada saat yang sama dimunculkan pula label ekstrim sebagai model buruk pemahaman beragama yang bertentangan dengan moderasi.
Sungguh disayangkan jika kita sebagai umat Islam terjebak dengan istilah Islam moderat, radikal, dan fundamental.
Sadarkah kita sebagai umat Islam bahwa kata moderat sering kali dipakai sebagai senjata untuk mengado-domba sesama muslim?
Islam moderat didukung pemerintah, merekalah yang diakui dan dijadikan rujukan oleh penguasa dan pihak-pihak yang punya kepentingan lainnya termasuk Barat. Gerakan politik Islam dan kesadaran umat Islam akan butuhnya syariat sebagai solusi kehidupan menjadi kewaspadaan tersendiri bagi Barat dan anteknya di Indonesia.
Islam moderat dari Barat dan strategi mereka untuk memecah belah umat. Tujuannya menjauhkan umat dari syariat dan meninggalkan perjuangan dalam penegakan kembali Daulah Islam. Sebagaimana dituangkan dalam dokumen Rand Corporation.
Strategi penghancuran ini dibangun dengan dasar falsafah “devide et impera” atau politik pecah belah. Dengan demikian, penjajahan atas kaum muslim dapat tetap langgeng.
Islam moderat bukan dari Islam. Allah Swt memerintahkan kita untuk mengamalkan Islam secara kaffah, ajaran Islam yang dicontohkan dan dibawa Rasulullah Muhammad Saw bukan Islam moderat.
Sebagaimana firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (TQS Al-Baqarah [2]: 208).
Islam tidak mengenal istilah moderasi beragama. Dalam surat Al Baqarah ayat 143 mengenai “ummatan wasatho” (umat pertengahan) yang dimaksud dalam ayat tersebut bukanlah definisi moderat ala Barat yang dikampanyekan di Indonesia yakni Islam kompromis dan mengedepankan jalan tengah.
Para mufasir menafsirkan kata “wasath” dengan “al ‘adl” (adil) atau “al khiyar” (terbaik dan pilihan). Sikap wasath tidak lain adalah sikap adil, yaitu menempatkan segala sesuatu sesuai posisi dan ketentuannya menurut syariat.
Sikap wasath juga mencakup sikap memilih yang benar dan sikap melaksanakan yang terikat syariat Islam. Allah memerintahkan kita mengambil seluruh bagian Islam dalam Alquran, bukan malah terjebak dengan istilah moderat yang Barat ciptakan.
Mencampuradukkan pemahaman Islam dengan pemikiran Barat justru bertentangan dengan Islam. Barat atau musuh-musuh Islam akan terus menghalangi kebangkitan Islam, salah satunya dengan siar moderasi beragama.
Oleh karena itu jangan sampai umat terjebak dan berhasil diado-domba. Umat harus sadar Islam moderat bukan dari Islam melainkan Barat yang jauh dari syariat.
Wallahu'alam...