Kecanggihan Al, Antara Harapan dan Kekhwatiran

Oleh: Titin Agustina

Aktivis Dakwah

Kemajuan zaman tak lepas dari kemajuan teknologi yang berkembang, semakin canggih teknologi yang diciptakan semakin mempermudah aktivitas manusia untuk bisa menyelesaikan dengan cepat dan tepat tanpa memerlukan waktu yang lama.

Namun dibalik kemudahan dan kecanggihan yang membuat kita terkadang "kagum" dengan teknologi AI (artificial intelligence), terselip dampak buruk yang mengerikan bagi kelangsungan manusia dikemudian hari.

Dilansir dari CNN, Indonesia, para peneliti kecerdasan buatan Al termasuk "Bapak Al" dunia. Menerbitkan riset yang kembali mewanti-wanti pemerintah untuk bersiap menghadapi "ledakan" kecerdasan Al.(30/9/2026).

Meskipun dapat berdampak positif, misalnya dalam bidang medis dan teknologi lainnya, ledakan kecerdasan membawa tiga resiko termasuk ancaman biologis dan siber, hilangnya kendali dan keterlibatan manusia serta ancaman perang antar negara.

Teknologi dalam Genggaman Kapitalisme

Teknologi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, teknologi juga merupakan hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan yang sifatnya universal, siapapun bisa menggunakannya untuk dimanfaatkan, baik terkait pendidikan, kesehatan, informasi, komunikasi, dan juga bisnis.

Sistem kapitalisme sekuler sebagai ideologi yang dijalankan saat ini tidak terlepas dari asas materi, hawa nafsu, dan keuntungan semata, bahkan terkesan tanpa arah sehingga menimbulkan bencana yang luar biasa.

Masih ingatkah kita dengan beredarnya vidio "Mandi di neraka" di mana para konten kreator yang seolah mereka bisa mandi di neraka dengan pemandang api dan air yang sangat panas tanpa rasa kesakitan.

Tidak lupa juga para konten kreator seolah menggiring opini untuk bisa berbuat dosa seperti mengajak untuk korupsi, berzina, membunuh, bahkan menista agama.

Belum lagi dengan kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan batasan yang jelas dan norma agama, maka pasti akan menimbulkan kekhawatiran seperti penipuan, terjadinya perang antar negara, bahkan bisa menghilangkan nyawa manusia.

Sistem demokrasi memberikan ruang kebebasan berperilaku yang akan melahirkan individu liberal, bebas tanpa batas. Hal ini dapat mengancam generasi muda yang terpapar oleh kemajuan teknologi tanpa kendali aqidah dan syariat Islam yang beresiko pada kehancuran kehidupan manusia.

Kemajuan teknologi di dalam Islam telah memberikan banyak manfaat bagi keberlangsungan manusia selama 13 abad. Banyak kemajuan dari Islam yang masih kita rasakan hingga saat ini.

Perkembangan IPTEK di dunia Islam menjadi perkembangan luar biasa yang tidak pernah tertandingi oleh siapapun. Allah SWT telah memberikan akal kepada manusia untuk dapat membedakan mana yang salah dan benar, menjadikannya manusia sebagai sebagai Khalifah Fiil Ardhi dalam memimpin dunia.

Kemajuan teknologi juga harus diarahkan kepada ketundukan aturan syariat Islam agar kemaslahatan/kebaikannya bermanfaat bagi manusia. Di dalam Islam penetapan hukum segala bentuk hasil pemikiran manusia terbagi menjadi dua.

Pertama, hadlarah (dipengaruhi ideologi) yang tidak boleh diambil oleh manusia, contoh kalung salib, patung, dan lain sebagainya. Kedua,

Madaniyah (benda-benda) hasil ciptaan manusia, contohnya pesawat terbang, mobil, motor, dan benda-benda lain yang boleh digunakan oleh siapapun. Banyak ilmuan dari Islam yang telah memberikan sumbangsih hasil kemampuan mereka yang bisa kita rasakan hari ini.

Seperti Ibnu Al Haitham (Al hazen) seorang ulama sekaligus ilmuwan yang menemukan penemuan kamera pada abad ke 8 Masehi. Ada juga ilmuwan Al jazari yang menciptakan jam gajah dan juga robot pelayan yang bisa secara otomatis menuangkan air, beliau dijuluki sebagai Bapak Robotika.

Perkembangan teknologi AI jika disandarkan pada sistem Islam akan mendatangkan kemaslahatan, namun jika kemajuan teknologi di tangan orang kafir maka akan menjadi bencana yang menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan yang tak terbayangkan.

Oleh karena itu, sistem Islam menjadi solusi yang nyata dalam menyelesaikan permasalahan teknologi Al demi keberlangsungan manusia dan aturan syariat, hal itu tidak bisa di laksanakan tanpa adanya peran sebuah negara untuk merealisasikan. Wallahu alam.