
Kamis 23 November 2023
SAMARINDA - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin mengapresiasi capaian medali yang diraih atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor).
Menurut data terupdate pada Selasa (21/11/2023) lalu, Samarinda berhasil meraih sedikitnya 231 medali dari atlet dan pelatih Kaltim dalam babak kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sehingga, total itu dari 49 cabor yang mengikuti BK PON. Sedangkan yang lolos non medali ada 37 atlet dan 7 pelatih. Sehingga total ada 206 atlet dan 69 pelatih.
Kendati demikian, sejak awal KONI Kaltim memutuskan hanya memberangkatkan cabor yang lolos zona medali. Keputusan itu juga ternyata didukung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim yang hanya memberangkatkan cabor atau atlet potensial.
"Kalau bicara pembinaan olahraga di Kaltim, kami sangat menyayangkan pernyataan seperti itu. Karena ini berbicara tentang pembinaan yang dilakukan di masing-masing cabor,” urainya, Rabu kemarin.
Sebab, menurut Muslimin, cabor peraih medali di BK PON, belum tentu meraih medali di PON. Hal itu ternyata sudah terbukti dengan peraihan emas di BK PON namun tidak sama saat pelaksanaan PON.
Meski malah sebaliknya, justru cabor yang lolos non medali biasanya mendapatkan medali pada PON. Muslimin meminta agar hal ini bisa menjadi catatan bagi KONI Kaltim untuk melakukan analisa ulang.
"Potensi-potensi medali dari setiap cabor dengan meminta masukan dari cabor dan bukan langsung memutuskan. Kaltim punya anggaran besar, diapakan anggaran besar seperti itu,” tegasnya.
Sama halnya, KONI Kaltim juga memiliki anggaran besar. Oleh karenanya, Muslimin menegaskan bakal mempertanyakan keputusan tersebut, termasuk mengenai beberapa pengurus yang pergi ke lokasi PON meski tak memiliki kepentingan.
Dirinya juga meminta agar KONI dan Dispora Kaltim bisa mengutamakan atlet dan pelatih yang dibawa menuju PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) 2024.
Meski mengabaikan, pendamping KONI, pendamping Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), anggarannya fokuskan pada pembinaan atlet. (adv/DisporaKaltim)