KORMI Balikpapan Gelar Raker, Menyongsong PORNAS Ke-6 Palembang

Sabtu, 11 DESEMBER 2021

BALIKPAPAN-Rapat Kerja (Raker) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Balikpapan, berlangsung di hotel Grand Djokro, Balikpapan Sabtu (11/12/2021).

Ketua KORMI Balikpapan, Ali Munsyir Halim mengatakan, pelaksanaan raker adalah kewajiban yang telah diatur dalam AD/ART organisasi. Termasuk persiapan menghadapi PORNAS (Pekan Olahraga Rekreasi Nasional) ke-6 pada Juli 2022 mendatang, di Palembang, Sumsel.

"Kita harus mempersiapkan diri, menyongsong PORNAS di Palembang, terlepas dari kondisi, daerah Provinsi dan kondisi nasional kita," ungkap Ali Munsyir.

Menurutnya, meski dalam situasi pandemi, program harus disusun, tidak serta merta tiba akal. Tapi road mapnya akan disusun. Meski menjadi acuan pertama adalah menghadapi PORNAS ke-6 di Palembang.

Selanjutnya, pihaknya juga akan menyusun program tahunan, hingga 2025, sehingga setiap indoor memiliki program. "Kami KORMI tidak memiliki program, namun indoors atau Cabang Olahraga inilah yang memiliki program," jelas Ketua KORMI Balikpapan.

Maka setiap indoor akan memiliki program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, sehingga dapat dirumuskan bersama-sama, untuk diakomodir.

Untuk saat ini anggota KORMI Balikpapan berjumlah 11 Cabang Olahraga, meski untuk keanggotaan masih terus berkembang. Bahkan Ketua KORMI Balikpapan mengajak bagi pengurus yang masih memegang mandat agar segera melakukan penyusunan kepengurusan untuk segera didaftarkan di KORMI Balikpapan.

Ali Munsyir menjelaskan, keberadaan KORMI sebagai koordinator, namun yang akan membesarkan organisasi adalah indoor atau cabang olahraga itu sendiri.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Dourtje Marpaung mengapresiasi keberadaan KORMI Balikpapan, menjalankan fungsinya terhadap anggotanya. Dengan anggota 11 Cabor dapat mempertajam program yang akan dilakukan.

Menurutnya, bukan masalah kuantitas namun kualitas lebih penting dengan penajaman program. Meski masalah kuantitas keanggotaan masih proses. 

"Sebenarnya beberapa olahraga rekreasi ini dapat dilaksanakan dan menjadi promosi pariwisata daerah. Secara tidak langsung ini juga dapat mempromosikan kota Balikpapan dari segi pariwisata," tutur Dourtje.

"Olahraga rekreasi ini dapat sinergi dengan program wisata, agar tercipta sport tourism itu terwujud," urainya.

Dengan cara itu, KORMI memiliki road map atau peta program dimasa-masa mendatang. Sementara untuk pembinaan, memang dinilai kurang, termasuk belum adanya sekolah olahraga. "Semoga hal ini dapat terwujud, seiring dengan disampaikan Gubernur Kaltim, kurangnya atletik, yang mestinya harus digalih potensi-potensi yang ada," tandasnya. (Ahmad Yani)