Selasa, 20 Oktober 2020
BALIKPAPAN-Pembatasan jam malam tidak serta Merta masyarakat lepas dari protokol kesehatan, pastinya semua masyarakat harus bekerja sama dengan pemerintah dalam memerangi COVID 19.
Dengan dicabutnya perwali, pembatasan jam malam, masyarakat tetap dalam pemantauan gugus tugas COVID 19, jangan sampai masyarakat melalaikan akan menjaga kesehatan dan tidak menggunakan masker.

Salah satu pemilik cafe mini di kawasan Balikpapan timur, Susi (50) sempat merasa kebingungan dikarenakan ada rasa ketakutan akan virus Corona penyebarannya sudah sangat cepat sampai ke Balikpapan.
"Awal-awalnya hanya didengar lewat televisi adanya virus ini, jadi saya pikir aman-aman saja, untuk Indonesia khususnya Balikpapan. Ternyata, hampir di seluruh dunia terkena dampaknya," ungkapnya.
Ia berjualan, dihantui rasa takut karena sudah banyak yang meninggal dunia hanya gara-gara virus ini.
"Kami berfikir kalau tidak jualan mau makan dari mana. Akhirnya, kami memutuskan tetap jualan meskipun banyak liburnya," tuturnya.
"Dengan adanya imbauan dari pemerintah, seluruh masyarakat dituntut untuk menjaga diri menjaga kesehatan masing-masing. Karena yang bisa menyelamatkan diri kita, dari virus ini, ya dari kita sendiri dengan mengikuti protokol kesehatan," tegas Susi.
Pemerintah mengeluarkan anjuran agar selalu ingat 3M (mencuci tangan sesering mungkin, memakai masker di rumah dan di luar rumah,serta jaga jarak dari siapa saja ).
Ia saat ini, meras lega walaupun virus COVID 19 ini, belum bisa dimusnahkan.
"Namun kami sekeluarga di rumah sangat mendukung, serta bersyukur dengan keadaan yang sekarang ini. Mudah-mudahan virus Corona bisa diakhiri. Apalagi, vaksinnya sudah ada dan menunggu distribusi pemerintah," pungkasnya. (SR)
Editor: Ahmad Yani
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibuwajibpakaimasker #ingatpesanibuwajibjagajarak #ingatpesanibuwajibcucitangan #wajibpakaimasker #wajibjagajarak #wajibjagajarakhindarikerumunan #wajibcucitangan #wajibcucitangandengansabun