Senin, 19 Oktober 2020
BALIKPAPAN-Perekonomian masyarakat Balikpapan sempat terhambat dengan adanya Covid 19, bahkan sampai sekarang pun pemerintah kota masih terus menjalankan protokol kesehatan dengan teknis yang sama dengan daerah-daerah lain.

Dimulai dari pedagang pasar, hingga penjual makanan di pinggir jalan atau PKL, merasa kesulitan untuk mendapatkan pembeli.
Seorang penjual roti Bakpao, Santo tidak dapat berbuat apa-apa selama pandemi ini. Sebelumnya, masih saja bisa dapat untung seharian jualan, sekarang sampai pukul 10.00 malam masih banyak sisa," jelasnya.
Santo menambahkan, sekarang ini yang penting, berusaha dulu meskipun untung nya tipis kami tetap berusaha semaksimal mungkin.
"Selama pandemi kami tidak ada liburnya berjualan karena jika kami libur bisa tambah minus penghasilan," urainya.
Masih Santo, berjualan keliling dari satu tempat ketempat yang lain, dimana yang ada perkumpulan orang nongkrong.
"Tapi kami, tidak lepas memakai masker, dan membawa air di botol untuk cuci tangan. Meskipun terkadang ada razia masker ya syukur alhamdulillah aman-aman saja. Karena, protokol kesehatan aturan yang disampaikan oleh pemerintah kami laksanakan," tegasnya.
Sekarang ini yang terpenting kita semua harus menjaga kesehatan, agar virus ini bisa dilawan dengan kekebalan imun.
"Setidaknya, jalankan perintah yang sudah disampaikan, pemerintah kota," ungkapnya.
"Sudah jelas anjuran pemerintah sudah disampaikan lewat televisi, media online dan surat kabar koran. Bahwa, jalankan pola 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, red) dengan menghindari kerumunan banyak orang. Jangan sampai menambah kluster baru bisa berbahaya nantinya, kalau bertambah dan bertambah yang kena Covid 19," pungkasnya. (SR)
Editor: Ahmad Yani
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibuwajibpakaimasker #ingatpesanibuwajibjagajarak #ingatpesanibuwajibcucitangan #wajibpakaimasker #wajibjagajarak #wajibjagajarakhindarikerumunan #wajibcucitangan #wajibcucitangandengansabun