Disiplin Protokol Kesehatan, Semoga Pandemi Cepat Berlalu

Kamis, 15 Oktober 2020

Oleh: Andi Susan Dewi Fortuna

Pandemi COVID-19 ini, sudah tujuh bulan lamanya melanda Indonesia, terhitung sejak kebijakan lockdown pada bulan Maret lalu.

Namun, angka positif terus melonjak pesat sampai hari ini, tanpa berkesudahan.

Kebijakan lockdown pun mengharuskan seluruh aktifitas yang biasanya dilakukan di luar rumah menjadi di rumah saja, termasuk, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan bekerja dari rumah atau yang dikenal dengan Work From Home (WFH).

Sementara itu, tujuan dari kebijakan ini, untuk mengurangi interaksi fisik langsung, antar manusia selama 14 hari, karena itu adalah masa inkubasi virus corona. 

Sehingga, jika dalam kurun waktu 14 hari disuatu rumah tidak terjadi apapun, seperti timbulnya gejala COVID-19, maka dianggap rumah tersebut dan penghuninya sudah steril dari virus.

Diharapkan, jika nantinya ada salah satu penghuni rumah yang terpapar virus dapat langsung ditangani. Sehingga, virus tidak akan menyebar.

Hal ini tentu adalah hal baru bagi kita semua. Sehingga, memaksa kita untuk beradaptasi dengan keadaan yang baru ini. Agar tetap dapat menjalani hidup sebagaimana mestinya, meskipun ditengah pandemi.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk beradaptasi dengan keadaan baru seperti ini. Yaitu, membawa handsanitizer mini.

Handsanitizer saat ini sudah menjadi keperluan wajib, yang harus dibawa ketika akan bepergian keluar rumah.

Ukuran mini dari handsanitizer saja sudah cukup, untuk dimasukkan kedalam tas maupun saku dan memmbawa masker cadangan.

Masker kain lebih baik digunakan, tidak lebih dari 4 jam. Jadi jika berencana untuk keluar lebih dari 4 jam, jangan lupa untuk membawa masker cadangan untuk diganti.

Social Distancing, hal ini adalah hal yang sangat dianjurkan oleh tenaga medis, bahkan pemerintah.

Gunanya menghindari kontak fisik secara langsung, sehingga meminimalisir adanya penyebaran virus.

Social distancing dilakukan minimal dengan jarak satu meter.

Keluar rumah hanya untuk urusan yang benar-benar penting, tidak dianjurkan untuk keluar rumah jika tidak memiliki urusan yang mendesak.

Lebih baik, jika tidak ada keperluan, tetap di rumah agar terhindar dari penyebaran virus dan menjadi pemutus rantai penularan COVID-19.

Salah satu keadaan baru juga adalah kebijakan Work From Home (WFH). Karena keadaan, segala sesuatu dipaksa untuk dilakukan dari rumah karena kondisi di luar rumah yang tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas seperti biasa.

Berikut adalah beberapa cara agar WFH berjalan lancar, menyiapkan paket data ataupun WiFi. Karena, seperti yang kita ketahui, bekerja dari rumah membutuhkan koneksi internet yang memadai pengganti agenda bertatap muka.

Menyusun jam kerja dan istirahat. Selayaknya bekerja di kantor, di rumah juga membutuhkan pembagian waktu antara jam kerja dan istirahat.

Tidak seperti di kantor yang telah diatur waktunya, di rumah juga kita perlu mengatur jam istirahat, disela-sela jam kerja. Karena, waktu kerja berubah secara fleksibel.

Membuat area kerja khusus. Area kerja khusus dapat dilengkapi dengan meja, kursi dan lampu hingga, mendekor kamar.

Selain membantu untuk fokus bekerja, area khusus juga akan menjaga postur tubuh kita saat bekerja.

Meskipun dengan keadaan yang tergolong sangat baru dan asing, kita harus tetap melanjutkan aktifitas seperti biasa, karena hidup akan terus berjalan.

Semoga kita selalu  diberikan kesehatan. Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak, bila harus pergi keluar. (**) 

Editor: Ahmad Yani

#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibuwajibpakaimasker #ingatpesanibuwajibjagajarak #ingatpesanibuwajibcucitangan #wajibpakaimasker #wajibjagajarak #wajibjagajarakhindarikerumunan #wajibcucitangan #wajibcucitangandengansabun