Minggu, 4 Oktober 2020
BALIKPAPAN-Penumpang transportasi kapal kayu (klotok, res) di pelabuhan rakyat, Kampung Baru, Balikpapan Barat mengalami penurunan dimasa pandemi Covid-19.

Penurunan itu, terjadi pada kunjungan keberangkatan dan kedatangan penumpang baik dari Balikpapan menuju ke Penajam, ataupun dari Penajam ke Balikpapan. Penurunan dalam artian, kecuali orang-orang yang memang kerja di PPU. Biasanya, PNS atau TNI-Polri maupun pegawai Bank yang bertugas di PPU dari Balikpapan.
Mereka tentu nyebrang dan berangkat pagi dan pulang sore, menggunakan klotok.
Usai jam kerja, penumpangnya klotok sepi, kemungkinan karena pandemi covid-19, banyak orang yang mengurangi aktivitasnya, banyak pekerja yang WFH (work from home), maka itu pengunjung sepi. Bahkan, perbandingan sebelum dan sesudah covid-19 memang terlihat ada penurunan sekira 60 persen.
Biasanya, sehari menghasilkan 100 orang bolak-balik penyeberangan, namun, sesudah covid hanya sekitar 40 orang, bahkan bisa dibawah itu.
"Jadi bisa dikatakan, bahwa untuk penumpang umum yang menyebrang sangat menurun," kata Kasi Kepelabuhanan dan Kebandaran Balikpapan, Freddy Wesly Manullang saat ditemui, Minggu (4/10/2020).
Freddy menjelaskan, untuk protokol kesehatannya di daerah Penajam maupun Balikpapan pihaknya selalu menerapkan, mulai dari penggunaan masker hingga penyediaan sarana cuci tangan di pelabuhan klotok maupun speedboat.
Serta aktivitas kerumunan massa. Sementara, untuk sarana cuci tangan yang berada di pelabuhan klotok, pihaknya mendapatkan bantuan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.
Sedangkan untuk sarana cuci tangan di pelabuhan speedboat disediakan oleh dinas perhubungan yang ditaruh di samping pos penjagaan.
"Jadi setiap orang yang masuk, diharapkan cuci tangan dulu serta menggunakan masker, ketika tidak pakai kami tidak layani pembelian karcis kapalnya, sehingga semua masyarakat taat peraturan," jelasnya.
Sama dirasakan dengan para motoris speed, biasanya mereka dapat menampung 7 orang. Kini hanya 5 orang, hal ini menurutnya tidak kembali modal.
Hitungannya, ketika mereka antar penumpang dari Balikpapan ke Penajam, motoris tersebut harus kembali tanpa penumpang. Karena itu, haknya Penajam, maka itu yang menjadi keluhan motoris speedboat ketika dari Balikpapan penumpang tidak terpenuhi.
"Makanya terkadang ada motoris speedboat yang tidak mau jalan ketika tidak penuh, karena menurutnya tidak kembali modal," ungkapnya. (**)
Editor: Ahmad Yani