Minggu, 13 MARET 2022
BALIKPAPAN-Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, di Balikpapan, Kalimantan Timur guna menjajaki kembali lokasi IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara, di kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin 4 Maret 2022.
Kedatangan Presiden hari ini, Minggu (13/3/2022) sekira pukul 16.00 WITA didampingi bu Negara Iriana Jokowi, tiba di Bandara Internasional Sultan Adji Muhammad Sulaiman Balikpapan.
Presiden disambut langsung, Gubernur Kaltim Isran Noor, beserta Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pujo Rumekso dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto.
Agenda Presiden ke IKN ini, juga dihadiri Gubernur se-Indonesia, telah mulai berdatangan sejak kemarin, Sabtu (12/3/2022) di Balikpapan.
“Selamat datang Pak Jokowi dan para Gubernur se-Indonesia di Kaltim dan IKN Nusantara,” kata Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Dr Isran Noor.
Gubernur menyampaikan, permohonan dukungan dan restu kepada para Gubernur se- Indonesia, agar IKN bisa lancar.
“Mohon dukungan dan doa restunya agar IKN Nusantara lancar,” ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim M Faisal mengatakan, Presiden RI akan melakukan camping di IKN Nusantara, Kecamatan Sepaku kabupaten Penajam Paser Utara.
"Para Gubernur juga akan hadir dan yang datang wajib membawa air 1 (satu) liter dengan kemasan khas daerah dan tanah 2 kg dari lokasi yang bersejarah adat budaya di wilayahnya masing-masing," ungkap Faisal.
Kegiatan kemah ini, akan diikuti Gubernur se-Indonesia, kecuali Gubernur Kaltim tidak ikut kegiatan ini.
Kadiskominfo Kaltim menyampaikan, air dan tanah yang dibawa Gubernur dari 34 provinsi di Indonesia ini, akan digabungkan di satu titik di IKN Nusantara atau disebutnya seremoni Gentong Nusantara.
Ia juga ikut serta menyambut kedatangan beberapa Gubernur di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Gubernur Jambi Al Haris yang datang membawa air dan tanah menegaskan, tidak ada lagi perdebatan lagi tentang IKN.
Menurutnya, sudah mantap di Kaltim, sudah tepat dan pantas menjadi IKN. Terlebih dengan tanah dan air yang dibawanya cukup luar biasa bernilai sejarah, dari Jambi.
“Tanah yang kita bawa adalah dari Raja Jambi. Sejarahnya ada dua Angsa yang menunjuk tanah tersebut. Dan air dari candi Muara Jambi, lokasi tempat belajar orang China di Jambi dengan luas lokasi 4.000 hektare bertempat di asrama Budha di Jambi dengan nama Tanggo Rajo memiliki PH air 8,” jelasnya.
Sementara Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat menyampaikan, pemindahan ibu kota negara adalah sejarah baru bagi Indonesia. Atas nama pemerintah dan warga NTT, memberikan dukungan atas pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim.
“Kami datang dengan membawa tanah dan air sebagai lambang dan simbol untuk dipersatukan dengan tanah dan air dari seluruh pelosok nusantara,” ucap Viktor.
Selanjutnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, mendukung dengan adanya IKN baru di Kaltim.
“Mudahan lancar (Pembangunan IKN). Semua yang tinggal di ibu kota Negara semua masuk surga,” ujarnya.
Ia pun membawa air dan tanah dari daerahnya, tanah dari Tambora sejarah besar menggetarkan dunia dan air yang kami bawa dari Narmada akan membuat awet muda.
Dukungan itu juga, disampaikan Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil, dengan membawa air dan tanah, dari 27 kabupaten dan kota kumpulkan di Bandung.
"Ini menyimbolkan, tanah dan air dari Jawa Barat akan bersatu dalam tanah ibu kota Nusantara,” urainya.
Bahkan, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura, telah datang sejak awal, Jumat 11 Maret. Kemudian Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan lainnya tiba di Kaltim. (Adv/*)