BALIKPAPAN-Aksi damai ini diikuti dari ormas, Komunitas, Organisasi dan Elemen Masyarakat Balikpapan, salah satunya dari ormas Pasak Baku Dapati Balikpapan. Dengan menggunakan baju lorengnya berkumpul di lapangan Bank Bukopin Balikpapan Permai (BP), Minggu (29/12/2019).
![]()
Titik kumpul massa di BP, untuk melakukan Long March menuju persimpangan lampu merah plaza Balikpapan.
Aksi damai bela muslim Uyghur sebagai bentuk dukungan terhadap umat Islam yang tertindas terutama Muslim Uyghur.
Terpantau masa sedang duduk, berfoto, dan ada juga yang sedang beristirahat sembari mendengarkan orasi dan arahan dari Ketua Korlap.
Kiri jalan dijaga petugas keamanan Polresta Balikpapan, beberapa dari mereka masa membawa bendera dan spanduk.
Tampak beberapa pria yang mengenakan pakaian serba putih dengan tulisan Laskar pembela Islam. Sementara itu, Ustaz Mashud dalam orasinya menyampaikan, sebagai warga Indonesia wajib hukumnya untuk memiliki rasa kemanusiaan.
"Bangsa Indonesia adalah umat Islam negara Indonesia berdasarkan Pancasila, didalam ke lima sila. Telah disebutkan kemanusiaan yang adil dan beradab.Maka apabila ada orang yang tidak memiliki rasa keadilan,itu bukanlah orang Indonesia," terang Ustadz.
Sementara ketua aliansi Muslim bersatu Balikpapan, Ustadz Fajar Sidik mengatakan, pemerintah bersikap aktif dalam menyuarakan keadilan.
"Ini jelas pembantaian bukan rekayasa media sosial,mereka bertujuan menghilangkan simbol simbol Islam. Sekarang pemerintah tidak aktif lagi menyuarakan keadilan dan kebenaran, tegas Ustaz Fajar Sidik.
Laporan: Katono