Selasa, 21 Juli 2020
KARANG INTAN-Terlihat lebih jelas suasana berbeda begitu melintas ditengah pemukiman warga desa Biih, kecamatan Karang Intan, desa terletak di sebelah timur Kota Martapura menjadi Lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke - 108 Kodim 1006/ Mtp.

Apabila musim kemarau, gangguan tonjolan batu dan berdebu, terlihat dijalan tersebut.
Namun jika jalan sempit musim penghujan menjadi lumpur.
Kedua musim itu menyulitkan warga Biih untuk melakukan kegiatan ekonomi. Apalagi selama ini jalan itu merupakan akses petani dan jalan utama anak-anak berangkat dan pulang sekolah.
Namun kondisi itu tak bakal lagi dijumpai warga maupun anak sekolah.
Sebab, sekarang ini, sarana transportasi tersebut sedang dilakukan perbaikan jalan, tentara Kodim Martapura yang sedang melakukan kegiatan TMMD.
Usai melakukan kunjungannya memantau di lokasi Dansatgas TMMD Ke - 108 Kodim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto menyampaikan, jalan mulus diperkeras, jembatan kayu dan tiang ulin terbangun kokoh merupakan fasilitas harapan warga.
Sebagaimana disampaikan oleh warga dan anak - anak sekolah melintas, Selasa (21/72020) tadi. Bahwa, desanya yang dikenal berpenghasil buah dan karet sangat terbantu, dibangunya jalan desa lewat TMMD 108.
Selain beraktivitas seperti sekarang ini, juga jalan alternatif penghubung tiga kecamatan jika ada acara haul guru sekumpul jalan inilah pemecah macet kebuntuan.
Dari kegiatan fisik, dilakukan tersebut, Dandim menyempatkan terjun mengangkat batu gunung disusun untuk pengerasan bahu sisi jalan.
Tepatnya dipengerjaan jalan, menuju sekelompok pemukiman warga.
Dimasa menunggu selesainya TMMD, Dandim Martapura kembali menuturkan, pengguna jalan akan disuguhkan pemandangan tatanan pemasangan Bok Betton gorong - gorong yang terlihat rapi dan kuat dilintasi kendaraan bermotor roda dua maupun lebih.
Hal tersebut membuat siapa saja yang melintasinya tak lagi merasakan tonjolan batu, maupun tercebur kubangan lumpur di musim penghujan.
Seperti dirasakan Nur Fauziah gadis putri belia lugu siswi, SMP Muhammadiyah Karang Intan ini saat dibonceng sepeda, dijemput orang tuanya.
Ia mengaku, butuh tenaga ekstra saat melintasi jalan tersebut pada saat musim kemarau maupun hujan, karena becek lagi sempit.
“Hampir tiap hari saya lewat sini. Sering terseok-seok dan capek dipergelangan tangan karena pegang kuat kuat stir sepeda," kata Ahmad Orang tua fauziah.
"Kali ini dipastikan jalan di desa, telah dibangun Satgas TMMD nyaman dan siapapun yang melintas,” kata dia.
Dia berharap, pemerintah meneruskan pembenahan jalan desa menjadi sesuatu lintasan, indah dan nyaman.
“Harus diteruskan program perbaikan," tandasnya.
Sumber: Pendim 1006/Mtp
Editor: Ahmad Yani