Minggu, 19 Juli 2020
MARTAPURA-Saat prajurit TNI satgas TMMD asyik bekerja membangun rumah tak layak huni tiba-tiba, Sekretaris PWI Kalsel, Yusni Hardi, juga Jurnalist senior di Kalimantan Selatan, hatinya luluh, usai melakukan liputan kegiatan TMMD di desa Bi-ih.

Pasalnya, dirinya melihat langsung kondisi salah seorang warga penerima bantuan rehab rumah tidak layak huni. Safrudin (37) warga Bi-ih.
Bapak satu anak, bernama Johar Latifah (7) penderita kelainan Jantung dan tuna wicara penerima bantuan benar-benar memprihatinkan.
Safrudin seorang diri membesarkan anaknya tanpa seorang istri yang meninggal karena sakit membuat kehidupannya kian terasa berat.
Ditengah kondisi Covid 19 melanda mengakibatkan orang seperti Safrudin bak pepatah, ”Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula."
Kondisi Safrudin mendorong hati Husni tergerak menyumbang urat nadi kehidupan warga Bi-ih tersebut.
Husni selain jurnalisme ia juga kini menjabat Direktur Umum PT. Bangun Banua Kalimantan Selatan.
Bantuan Bleder, termos es, dan seluruh peralatan berjualan pop es disiapkannya untuk Bapak satu anak itu.
”Jangan dinilai harganya, ini hanya sekedar bantuan untuk Johar Latifah putri Bapak, agar nantinya dapat berjualan di depan rumah barunya,” kata Husni.
Husni juga berharap, semoga kondisi pandemi Cobid-19 berakhir. Sehingga, kehidupan kembali normal, tentunya perekonomian dan kesejahteraan warga terangkat kembali.
Sementara, mata berkaca-kaca terpancar di wajah Safrudin dengan suara sendu mengucapkan terimakasihnya.
”Jualan pop es itu keinginan saya, depan rumah saya kan lapangan banyak yang bermain dan olahraga, mudah mudahan mereka membeli es dagangan saya, Pak, ” ucapnya.
Sumber: Pendim 1006/Mtp
Editor: Ahmad Yani