Jumat 28 November 2025
BALIKPAPAN — Tragedi meninggalnya enam anak di area kubangan air di kawasan Perumahan Grand City meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Kota Balikpapan.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Ari Sanda, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan biasa.
"Atas nama DPRD Kota Balikpapan, kami menyampaikan belasungkawa yang sangat dalam. Enam jiwa yang hilang ini bukan angka, tetapi manusia, anak-anak bangsa yang seharusnya mendapatkan perlindungan,” ujarnya dalam keterangannya usai mengikuti rapat, Selasa (18/11/2025).
Ari menegaskan bahwa dari hasil simulasi dan pemaparan saat rapat, telah terlihat jelas adanya hubungan sebab-akibat.
Kubangan tempat korban tenggelam disebut muncul akibat aktivitas pengerukan yang dilakukan oleh pihak pengembang, dalam hal ini Sinar Mas.
"Kesimpulannya jelas, ada sebab dan ada akibat. Kubangan itu terbentuk karena aktivitas pengerukan,” tegasnya.
Meski demikian, ia menyebut DPRD Kota Balikpapan belum memperoleh kepastian mengenai status kepemilikan titik lokasi kubangan tersebut, apakah berada di wilayah milik pengembang atau masuk dalam area milik warga.
Namun, menurutnya, tanggung jawab tetap melekat pada pihak pengembang. Hal ini diperkuat karena dalam rapat, perwakilan perusahaan menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab, meski tidak secara tegas mengakui kepemilikan lahan tersebut.
Ari menambahkan bahwa proses investigasi tidak berhenti pada pertemuan hari itu. Pihaknya bersama OPD terkait akan menelusuri seluruh dokumen perizinan, mulai dari izin pembukaan lahan hingga analisis dampak yang seharusnya dilakukan sebelum aktivitas pengerukan berlangsung.
"Kami tunggu hasil investigasi dari OPD dan juga kepolisian. Jika ditemukan pelanggaran, tentu ada sanksi bagi pengembang,” ujarnya.
Ari juga menyoroti manajemen krisis yang dinilai tidak profesional, baik dari pihak pengembang, OPD, maupun DPRD sendiri.
Ia mengakui, semua pihak harus bertanggung jawab karena pengawasan belum berjalan optimal.
Sebagai penutup, ia mengimbau seluruh stakeholder, termasuk warga, pemerintah kota, hingga pengembang perumahan, untuk memperketat pengawasan lingkungan demi mencegah tragedi serupa.
"Ini tanggung jawab kita semua. Jangan sampai kejadian memilukan seperti ini terulang kembali,” tegasnya. (Adys/adv/*)