Penanganan Darurat dan Konflik Lahan Disorot Usai Insiden Kubangan Air di Balikpapan Utara

Kamis 27 November 2025

BALIKPAPAN — Insiden kubangan air di Jalan PDAM, Graha Indah, Balikpapan Utara, di dekat sekitar kawasan perumahan Grand City memunculkan perhatian serius terkait kelalaian penanganan drainase dan persoalan lahan yang belum tuntas.

Dalam rapat pada Selasa (18/11/2025) bersama Ketua RT, Babinsa, serta pihak instansi terkait, Disperkim, DLH, Dinas PU dan Camat Serta Lurah Balikpapan.

Yono Suherman Wakil Ketua DPRD Balikpapan. (Adys)

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan warga.

Yono menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut dan menegaskan bahwa seluruh pihak harus menjadikan kejadian ini sebagai pengingat pentingnya langkah-langkah antisipasi yang terukur.

Menurutnya, masalah utama bukan hanya genangan air yang tiba-tiba muncul, tetapi juga lemahnya koordinasi antar instansi serta berlarut-larutnya persoalan kepemilikan dan pembagian kapling tanah di kawasan itu.

Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut sebenarnya telah di kapling oleh sejumlah warga sejak lama, namun hingga kini pemilik lahan awal dan pihak-pihak yang berkepentingan belum pernah bertemu untuk menyelesaikan persoalan akses jalan maupun alur air.

Ketidakjelasan inilah yang kemudian memperburuk kondisi drainase ketika curah hujan tinggi. Yono juga menyoroti aktivitas pembangunan di sekitar lokasi yang dinilai turut memberi dampak terhadap terganggunya aliran air.

Ia meminta OPD dan pihak pengembang mengambil langkah cepat, termasuk membuka saluran yang tertutup serta mengerahkan alat berat untuk memperlancar aliran air.

"Ini masalah nyawa, bukan sekadar administrasi. Kita memerlukan tindakan jangka pendek yang bisa langsung dieksekusi di lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penyelesaian jangka panjang, termasuk menata ulang perizinan, memperjelas status lahan, dan menghadirkan semua pihak dalam satu forum penyelesaian.

Yono menilai bahwa tanpa kepastian, konflik lahan dan buruknya infrastruktur dasar akan terus memicu kejadian serupa.

Ia memastikan DPRD Kota Balikpapan akan mengawal penyelesaian persoalan ini agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. (Adys/adv/*)