Wakil Ketua DPRD Budiono Ingatkan Pembangunan Pasar Induk KM 5 Harus Sesuai Visi Kepala Daerah

Selasa 25 November 2025

BALIKPAPAN — Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menegaskan bahwa rencana pembangunan Pasar Induk di kawasan Kilometer 5, Kelurahan Graha Indah, perlu dipastikan benar-benar sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Balikpapan.

Penegasan itu ia sampaikan seusai menghadiri rapat bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan dan pihak konsultan perencanaan, Senin (17/11/2025).

Budiono Wakil Ketua DPRD Balikpapan

Budiono menilai, proyek pasar induk merupakan pembangunan strategis karena menyangkut tata kelola distribusi pangan dan ruang ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar seluruh proses perencanaan dilakukan secara matang dan tidak keluar dari arah kebijakan pemerintah daerah.

"Pembangunan ini harus dipastikan sesuai visi-misi Kepala Daerah. Kalau tidak, nanti bisa menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan status lahan dan berbagai potensi hambatan yang masih muncul dalam paparan konsultan.

Menurutnya, sebelum pemerintah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit, seluruh pihak terkait harus memastikan tidak ada masalah yang tersisa, baik administratif, tata ruang, maupun teknis.

Budiono meminta konsultan dan Disdag segera berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta instansi lain yang berkaitan dengan aset dan pembiayaan daerah. Hal itu diperlukan agar perencanaan dapat berjalan bersih dan tidak menimbulkan beban anggaran di masa mendatang.

"Anggaran pembangunan pasar induk ini besar, diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 60 Miliar. Jangan sampai ada potensi masalah yang justru muncul setelah pekerjaan berjalan,” katanya.

Dari pemaparan konsultan, proyek Pasar Induk KM 5 dirancang memiliki empat bangunan utama yang akan menampung perdagangan komoditas basah maupun kering.

Budiono menilai konsep tersebut sudah baik, namun tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta standar teknis yang berlaku. Ia juga memberi catatan khusus terkait kondisi lalu lintas di sekitar lokasi yang dikenal cukup padat.

Menurutnya, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) harus benar-benar tuntas sebelum proyek dilanjutkan.

"Wilayah itu krodit. Andalalin harus clear dulu. Jangan sampai pasar berdiri, tapi menimbulkan kemacetan baru,” tegasnya.

Budiono berharap rapat kerja dan proses sinkronisasi lintas dinas terus dilakukan hingga perencanaan benar-benar matang.

Ia menegaskan bahwa DPRD mendukung pembangunan pasar induk selama tujuan utamanya tetap untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang dan masyarakat Balikpapan. (Adys/adv/*)