Sabtu 22 November 2025
BALIKPAPAN — Pembinaan atlet usia dini harus menjadi fokus utama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga di tengah tantangan pemangkasan anggaran yang akan mulai diberlakukan tahun depan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan sehabis memimpin Forum Group Discussion (FGD) penyusunan kajian akademik serta naskah akademik dan Raperda inisiatif DPRD Kota Balikpapan, Senin (17/11/2025).
Gasali mengatakan bahwa tujuan besar pembinaan olahraga di Kota Balikpapan tetap sama, yakni mencetak prestasi maksimal di berbagai kejuaraan, sekaligus membangun ekosistem olahraga yang kuat dan berkelanjutan.
Namun, dinamika anggaran menuntut semua pihak untuk lebih kreatif dan tidak hanya mengandalkan dana hibah pemerintah.
"Tentu target kita adalah bagaimana membangun olahraga yang maksimal dan berprestasi di Kota Balikpapan. Harapan kami ke depan, pembinaan atlet bisa berjalan lebih terstruktur dan profesional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan seluruh cabang olahraga sangat penting. Berdasarkan data terakhir, terdapat 62 cabang olahraga (cabor) di Kota Balikpapan yang telah terverifikasi oleh KONI Provinsi.
Menurut Gasali, jumlah tersebut merupakan potensi besar yang harus dikelola bersama, terutama dalam pembinaan atlet sejak usia dini.
"Harapan kami, 60 lebih cabor ini bisa bekerja sama, saling menguatkan, dan memulai pembinaan dari usia dini. Jika proses itu berjalan konsisten, prestasi yang kita targetkan akan tercapai,” tambahnya.
Terkait pemangkasan anggaran yang cukup signifikan, Gasali mengakui hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pembinaan olahraga.
Namun ia menegaskan bahwa pemangkasan tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pembinaan.
*Dengan dinamika pemangkasan anggaran yang akan diterapkan tahun depan, kita memang harus menyesuaikan strategi. Tapi pembinaan atlet tidak boleh berhenti. Kita harus memikirkan sumber-sumber pendanaan lain dan meningkatkan sinergi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada fasilitas, melainkan juga pada dukungan moral, komitmen organisasi olahraga, serta kerja sama lintas sektor.
Gasali berharap bahwa Raperda inisiatif yang sedang disusun akan menjadi payung hukum yang memperkuat pembinaan olahraga di semua level.
"Kita ingin regulasi ini menjadi dasar yang kokoh untuk pengembangan olahraga di Kota Balikpapan,” tandasnya. (Adys/adv/*)